---
id: nNoQ59GXJuHW
cluster_id: ueuGnoMX8H2r
title: Rupiah Dihajar Defisit Gede, Dolar AS Kian Perkasa
slug: rupiah-dihajar-defisit-gede-dolar-as-kian-perkasa
excerpt: Nilai tukar rupiah digebuk defisit transaksi berjalan yang melebar jadi 12,5
  miliar dolar AS, hingga amblas ke Rp17.721 per dolar AS. Analis Ibrahim Assuabi
  menyebut faktor temporer, tapi pasar tetap panik. Antara News Jambi melaporkan.
category: rupiah
tags:
- rupiah
- defisit transaksi berjalan
- dolar AS
source_urls:
- https://jambi.antaranews.com/berita/664999/rupiah-melemah-seiring-respons-negatif-atas-defisit-transaksi-berjalan
source_names:
- ANTARA News Jambi
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/07/23/1000680361.jpg
meta_title: Rupiah Dihajar Defisit Gede, Amblas ke Rp17.721
meta_description: Rupiah digebuk defisit gede, amblas ke Rp17.721. Analis bilang temporer,
  tapi pasar panik. Simak beritanya!
canonical_url: https://berita.media/rupiah-dihajar-defisit-gede-dolar-as-kian-perkasa
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-24T17:06:56Z'
published_at: '2026-08-24T17:06:56Z'
---

Gila bro, rupiah hari ini digebuk habis-habisan di lapangan keuangan. Nilai tukar rupiah ditutup melemah 27 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.721 per dolar AS, padahal kemarin masih santai di Rp17.694. Alhasil, para pelaku pasar langsung kalang kabut dan merespons negatif, sebab biang keroknya jelas: defisit transaksi berjalan yang melebar bikin jantung berdebar. Suasana di lantai bursa pun langsung berubah dingin, seakan-akan semua orang berebut cari aman. Antara News Jambi melaporkan.

Parahnya, defisit transaksi berjalan Indonesia pada triwulan II 2026 menggelembung jadi 12,5 miliar dolar AS, setara 3,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Bandingkan dengan triwulan sebelumnya yang cuma jebol 3,6 miliar dolar AS atau 1 persen PDB. Dalam satu kuartal, defisitnya melebar nyaris tiga setengah kali lipat, bikin siapa pun yang baca angkanya langsung garuk-garuk kepala. Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menyebut pelebaran ini dipengaruhi faktor yang diprakirakan bersifat temporer, salah satunya impor minyak yang bengkak seiring harga minyak dunia yang melambung. Tapi, pasar jelas tidak mau mendengar kata ’temporer’ itu, dan makin gerah melihat angka yang melebar nyaris 3,5 kali lipat. Antara News Jambi, Senin.

Nah ini dia, meski transaksi berjalan jebol, kinerja neraca pembayaran Indonesia atau NPI secara keseluruhan tetap terjaga. Pada triwulan II 2026, NPI mencatat defisit 900 juta dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan defisit 9,1 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya. Alhasil, perbaikan itu ditopang transaksi modal dan finansial yang berbalik mencatat surplus 12 miliar dolar AS, setelah sebelumnya jeblok minus 4,8 miliar dolar AS. Ibrahim menambahkan, para analis memperingatkan kesenjangan transaksi berjalan ini mungkin terus berlanjut seiring tetap tingginya harga minyak mentah, volume impor minyak yang kuat, dan ekspor yang lesu akibat perlambatan ekonomi global serta ketegangan politik di Timur Tengah dan Eropa Timur. Ini bukan cuma soal angka, melainkan soal kepercayaan pasar yang sedang diuji. Antara News Jambi.

Belum selesai duka, aktivitas bisnis jasa di Amerika Serikat justru nunjukin stamina yang ngagetin. Indeks PMI Jasa S&P Global AS bulan Agustus menembus angka 56,8, padahal perkiraan hanya 54; sementara itu, PMI Manufaktur melambat dari 53,9 ke 53,2. Ibrahim bilang, kekhawatiran inflasi akibat harga energi yang tinggi di tengah ketegangan Timur Tengah bisa mendorong Federal Reserve menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Langkah itu jelas bakal bikin rupiah makin meriang dan dolar AS makin perkasa, apalagi ketegangan politik di Timur Tengah dan Eropa Timur masih panas sehingga uang asing makin betah kabur dari pasar negara berkembang. Antara News Jambi.

Gilanya, di tengah rupiah yang jeblok, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini malah menguat ke level Rp17.703 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.705. Artinya, pasar lagi puyeng sendiri, nggak jelas arah. Tapi yang jelas, rakyat kecil yang butuh dolar buat beli barang impor harus siap-siap ngerogoh kocek lebih dalam. Habis sudah, rupiah lagi-lagi jadi bulan-bulanan keadaan global. Sementara itu, cuan di pasar uang tetap mengalir untuk para makelar yang lihai baca arah angin. Antara News Jambi.

---
**Sumber:** [ANTARA News Jambi](https://jambi.antaranews.com/berita/664999/rupiah-melemah-seiring-respons-negatif-atas-defisit-transaksi-berjalan)
