---
id: N6_2yn_hfH8H
cluster_id: 8yrlrf9aDnTX
title: 'Rupiah Dijotos Rp18.000, Chatib Basri: Menkeu Gagal Tangani Fiskal Ugal-ugalan!'
slug: rupiah-dijotos-rp18-000-chatib-basri-menkeu-gagal-tangani-fiskal-ugal-ugalan
excerpt: Nilai tukar rupiah anjlok parah sampai Rp18.000. Ekonom senior Chatib Basri
  geram, bilang menteri keuangan 'ugal-ugalan' soal fiskal dan biarkan pasar cemas.
  Konon, separuh masalah rupiah datang dari isu kepercayaan yang tak kunjung ditangani!
category: rupiah
tags:
- rupiah
- ekonomi
- chatib basri
- fiskal
- pemerintah
source_urls:
- https://www.suara.com/bisnis/2026/06/09/140212/rupiah-jebol-ke-rp18000-karena-fiskal-menkeu-ugal-ugalan-chatib-basri-isu-ini-tidak-ditangani
source_names:
- Suara.com
image_url: https://media.suara.com/pictures/970x544/2026/06/09/40870-chatib-basri.jpg
meta_title: Rupiah Anjlok ke Rp18.000, Chatib Basri Kritik Fiskal Menkeu
meta_description: Ekonom Chatib Basri beberkan rupiah tembus Rp18.000 karena kecemasan
  pasar akibat fiskal Menkeu 'ugal-ugalan'. Cek analisis lengkapnya!
canonical_url: https://berita.media/rupiah-dijotos-rp18-000-chatib-basri-menkeu-gagal-tangani-fiskal-ugal-ugalan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-09T14:02:16Z'
published_at: '2026-06-09T14:02:16Z'
---

Siang bolong-bolong, tiba-tiba rupiah kita dihajar babak belur sampai tembus Rp18.000 per dolar AS! Gila bro, ini bukan sekadar goncangan biasa, tapi pukulan telak yang bikin pasar gemetar. Ekonom senior, Chatib Basri, yang pernah menjabat sebagai Menkeu, blak-blakan bilang biang keroknya bukan fundamental ekonomi yang memburuk, melainkan kecemasan pasar gara-gara 'fiskal ugal-ugalan' dari Menteri Keuangan saat ini. Sebanyak 23 persen pelemahan rupiah ini katanya gara-gara kepercayaan pasar yang anjlok. Suara.com

Bisa dibayangkan, bro? Jadi, kalau isu kepercayaan ini ditangani dengan benar, harapan untuk perbaikan rupiah itu sebetulnya masih ada. Tapi apa yang terjadi? Pelaku pasar malah lihat premi risiko Indonesia alias CDS makin merangkak naik sejak awal tahun. Ini jelas sinyal investor lagi was-was lihat arah kebijakan anggaran negara yang amburadul. Ibaratnya, uang triliunan rupiah negara dipertaruhkan tanpa perhitungan matang, bikin investor lari pontang-panting. Suara.com

Yang bikin geram, Chatib Basri nyeletuk kalau tugas seorang bendahara negara itu sebenarnya simpel banget! Cuma ada tiga pilihan: naikkan penerimaan negara lewat pajak, potong anggaran belanja, atau nekat ambil utang. Nggak ada opsi lain, cuma tiga itu! Kalau nggak bisa yang satu, ya harus kerjakan yang lain. Simpel kan? Tapi ini yang bikin konyol, di tengah situasi ekonomi yang sudah merana, malah semua opsi itu serba susah. Suara.com

Menaikkan pajak? Wah, itu sama saja bunuh diri! Di saat daya beli rakyat lagi loyo dan dunia usaha megap-megap bertahan, malah mau dibebani pajak lebih tinggi. Itu jelas melumpuhkan! Alhasil, opsi pertama ini jadi buntu tak terperi. Lalu mau gimana? Mau potong anggaran? Seberapa banyak yang bisa dipotong kalau kebutuhan negara terus membengkak? Dan soal utang, tren suku bunga global yang terus naik juga bikin mual. Makin susah nutup lubang pake gali lubang. Mana ada cerita begini berakhir baik.

Jadi, apa mau dikata? Kabinet ini seolah tak punya solusi jitu. Chatib Basri saja sudah mengingatkan ruang gerak fiskal pemerintah makin sempit kayak kantong celana bolong. Dilema ini sungguh bikin pusing tujuh keliling, ditambah lagi tensi geopolitik global yang bikin pasar makin panik. Parahnya, justru isu kepercayaan pasar yang paling krusial inilah yang sepertinya tidak ditangani serius oleh Menkeu. Alhasil, rupiah kita yang babak belur ini jadi korban kebijakan yang asal-asalan. Rakyat lagi yang menanggung beban.

---
**Sumber:** [Suara.com](https://www.suara.com/bisnis/2026/06/09/140212/rupiah-jebol-ke-rp18000-karena-fiskal-menkeu-ugal-ugalan-chatib-basri-isu-ini-tidak-ditangani)
