---
id: qbm_G5UdXjQ_
cluster_id: 13xydE23giB4
title: Rupiah Jeblok Bikin 20 Ribu Buruh Terancam Keok!
slug: rupiah-jeblok-bikin-20-ribu-buruh-terancam-keok
excerpt: Dolar meroket, rupiah amblas! Akibatnya, CORE Indonesia memprediksi 20 ribu
  buruh terancam digebuk PHK pada kuartal II 2026. Manufaktur jadi korban pertama.
category: phk
tags:
- PHK
- Rupiah
- Ekonomi Indonesia
- Buruh
- CORE Indonesia
source_urls:
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8509294/20-ribu-buruh-terancam-phk-gara-gara-rupiah-jeblok
source_names:
- detikFinance
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2019/07/30/d4ecd2df-1f04-4eff-b862-f0febc364608_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'PHK Massal: 20 Ribu Buruh Terancam Gulung Tikar Akibat Rupiah Jeblok'
meta_description: Rupiah amblas, 20 ribu buruh terancam PHK! Sektor manufaktur paling
  rentan. Ekonomi lesu, pengangguran meroket.
canonical_url: https://berita.media/rupiah-jeblok-bikin-20-ribu-buruh-terancam-keok
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-29T08:03:47Z'
published_at: '2026-05-29T08:03:47Z'
---

Ceritanya begini. Dolar AS makin perkasa, rupiah kita makin terpuruk. Bayangkan, kurs sudah tembus Rp 17.400! Imbasnya? Dunia usaha menjerit. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia punya ramalan mengerikan: akan ada tambahan 15,3 ribu hingga 20,3 ribu pekerja yang bakal nganggur tahun depan. Ini bukan sekadar angka, ini nyawa orang!

Yang paling parah bakal kena sikat adalah sektor manufaktur. CORE memperkirakan 8,7 sampai 12,1 ribu pekerja di pabrik-pabrik bakal kehilangan pekerjaan. Belum selesai di situ, sektor jasa juga ikut terancam, 3,3 sampai 4,5 ribu orang. Pertanian pun tidak luput dari badai ini, 3,3 sampai 3,6 ribu orang terancam kehilangan mata pencaharian. Ini semua tercantum dalam laporan mereka yang berjudul 'Badai PHK (Belum) Berlalu', seperti dikutip detikFinance.

Nah ini dia yang bikin geram. Kenaikan biaya impor bahan baku yang membengkak gara-gara rupiah jeblok dan hambatan distribusi global akibat konflik Timur Tengah bikin perusahaan kelabakan. Ibaratnya, mau bikin kue tapi tepungnya naik dua kali lipat. Alhasil, produksi terpaksa dipangkas. CORE menghitung, dalam skenario terburuk, perusahaan yang harga inputnya naik 1,5% bisa memangkas output sampai 0,15%! Belum lagi kalau selisihnya di bawah itu, output dipangkas 0,01%. Parahnya, kelangkaan bahan baku akibat hambatan di Selat Hormuz diperkirakan masih akan terjadi 2-3 bulan ke depan. Selesai sudah!

Yang bikin makin miris, CORE mengingatkan tambahan PHK ini akan memperbesar jumlah pekerja informal. Data per Februari 2026 saja, sudah ada 87,74 juta jiwa atau 59,42% rakyat kita yang jadi pekerja serabutan. Kalau PHK makin marak, mereka terpaksa nyemplung ke sektor informal. Celakanya, ini membuktikan betapa rapuhnya pasar tenaga kerja formal kita kalau sudah dihantam badai dari luar. Pertumbuhan tenaga kerja formal dari 2021-2025 cuma 0,8%, kalah jauh sama sektor informal. Lah gimana tidak, pabrik tutup, pabrik bangkrut, buruhnya ngelamar jadi apa lagi coba? detikFinance.

Jadi begini, rupiah yang terus merosot ini bukan sekadar berita ekonomi. Ini soal perut ribuan keluarga yang terancam kosong. Ini soal anak-anak yang mungkin harus berhenti sekolah. Ini soal harapan yang pupus gara-gara nilai tukar mata uang. Mana ada cerita begini berakhir baik kalau tidak ada tindakan nyata dari pemerintah. Ini bencana sosial terselubung!

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8509294/20-ribu-buruh-terancam-phk-gara-gara-rupiah-jeblok)
