---
id: FncVIUeAtD3-
cluster_id: m-CGWK4pGC10
title: ' Rupiah Ngibrit Keok Dibawah 18 Ribu Dolar AS Berkat Gebrakan BI '
slug: rupiah-ngibrit-keok-dibawah-18-ribu-dolar-as-berkat-gebrakan-bi
excerpt: Gila, rupiah nyaris babak belur tembus Rp 18.000 per dolar AS, eh langsung
  ngibrit naik lagi berkat jurus pamungkas Bank Indonesia (BI)! Keputusan menaikkan
  BI Rate bikin investor kangen balik lagi bawa duit berlimpah, Kompas.com.
category: rupiah
tags:
- rupiah
- BI Rate
- investasi asing
- ekonomi
source_urls:
- https://money.kompas.com/read/2026/06/14/100425326/penyebab-rupiah-menguat-ke-bawah-rp-18000-per-dollar-as?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/M-Aq8GpEOV553yyJX8JwU8XHxyg=/0x0:1536x1024/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815e7ef28.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/07/6a256b5104b5f.png
meta_title: ' Rupiah Menguat ke Bawah 18 Ribu, Ini Jurus Jitu BI! '
meta_description: Rupiah nyaris babak belur tembus Rp 18.000, tapi BI pasang jurus
  pamungkas naikkan suku bunga. Duit asing langsung ngibrit masuk, rupiah pun perkasa
  kembali!
canonical_url: https://berita.media/rupiah-ngibrit-keok-dibawah-18-ribu-dolar-as-berkat-gebrakan-bi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-14T23:02:22Z'
published_at: '2026-06-14T23:02:22Z'
---

Gila, bro, dengerin nih! Rupiah kita tercinta itu sempat pontang-panting kayak digebuk preman pasar, nyaris remuk redam sampai nembus angka psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat! Tapi sialnya, drama ini buru-buru diakhiri. Alhasil, di penutupan Jumat lalu, rupiah berani pamer ketiak dengan mendarat di Rp 17.860 per "si" dolar, loncat 129 poin atau 0,71 persen dari posisi mirisnya kemarin di Rp 17.989. Nah, kurs referensi JISDOR BI juga ikutan senyum lebar, nangkring di Rp 17.921, jauh lebih oke dari Rp 17.981 sebelumnya. Kompas.com.

Yang bikin rupiah bangkit dari kuburannya itu siapa lagi kalau bukan Bank Indonesia yang galak nan berani! Tanpa tedeng aling-aling, BI ngetok palu naikin suku bunga acuannya, si BI Rate, setebal 25 basis poin jadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026. Nggak tanggung-tanggung, fasilitas simpanan (Deposit Facility) pun dinaikin jadi 4,50 persen, sementara bunga pinjaman (Lending Facility) loncat ke 6,25 persen. Gubernur BI, Pak Perry Warjiyo, bilang gini, "Ini buat ngebentengin rupiah biar nggak ambruk lagi di tengah badai ketidakpastian global, apalagi perang di Timur Tengah itu bikin pusing tujuh keliling!" Kata Pak Perry. Kompas.com.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, nyaut aja ngomong, "Langkah BI nendang suku bunga ini ibarat bikin bantal empuk buat rupiah biar nggak kejedot lagi." Dia menambahkan, kalau kebijakan moneter yang makin ketat ini, ditambah lagi BI sama pemerintah kompak banget kayak duet maut, sukses bikin pasar nggak panik lagi soal APBN kita. "Lihat aja, defisit APBN masih jinak, saldo primer malah surplus, trus pendapatan negara juga tumbuh subur," beber Josua. Kompas.com.

Gilanya lagi, kenaikan BI Rate ini kayak manjur banget bikin instrumen keuangan lokal kita jadi incaran para bos gede. Terutama SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) dan SBN (Surat Berharga Negara) itu jadi makin aduhai buat dilirik. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sampai bilang, "Begitu suku bunga naik, duit asing mulai pada ngalir deres lagi kayak air bah!" Data nunjukkin, per 10 Juni 2026, duit orang luar yang masuk ke SRBI nonresiden nyampe Rp 15,11 triliun. Belum kelar, sehari kemudian, giliran SBN kedatangan tamu asing Rp 3,91 triliun. Nggak cuma itu, penerbitan perdana obligasi internasional Danantara juga sukses nyedot duit Rp 26,9 triliun! Alhasil, total duit asing yang masuk lewat tiga 'pintu tol' itu tembus Rp 45,92 triliun, bikin rupiah jadi makin pede nunjukkin gigi. Kata Destry Damayanti. Kompas.com.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menambahkan kalau para investor asing itu seneng banget ngeliat BI combo kebijakan moneter dan fiskalnya jitu, termasuk naikin BI Rate sama bikin imbal hasil instrumen kita makin menggiurkan. "Masuknya modal asing ini yang bikin rupiah kita kagetin semua orang, balik lagi nyungsep di bawah Rp 18.000 per dolar AS," tegas Ramdan Denny Prakoso. Dan bukan main, kepercayaan investor pada aset domestik jadi makin membara. Kompas.com.

Jadi gitu ceritanya, bro! Rupiah yang tadinya udah mau nyerah, eh malah diselametin sama BI lewat kenaikan suku bunga dan dibantu arus modal asing yang balik lagi kayak mantan nagih utang. Benar-benar bikin gempar pasar finansial kita! Kompas.com.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://money.kompas.com/read/2026/06/14/100425326/penyebab-rupiah-menguat-ke-bawah-rp-18000-per-dollar-as?page=all)
