---
id: 9Rp1i6y8tQqP
cluster_id: 1kjSjhsEbZiX
title: Rupiah Ngotot Ngacir ke Rp17.974, Dolar AS Loyo Dihajar Data Ekonomi Mengerikan!
slug: rupiah-ngotot-ngacir-ke-rp17-974-dolar-as-loyo-dihajar-data-ekonomi-mengerikan
excerpt: Gila bro, rupiah kita kok ya nguat terus jelang data ekonomi keluar! Dolar
  AS babak belur gara-gara data lapangan kerja AS anjlok dan imbal hasil obligasi
  Paman Sam jeblok. Investor jadi mikir ulang, bakal naik gak ya suku bunga The Fed
  bulan depan? InvestorTrust.
category: rupiah
tags:
- rupiah
- dolar AS
- suku bunga The Fed
- ekonomi Indonesia
- ekonomi AS
source_urls:
- https://investortrust.id/macro/111831/rupiah-menguat-0-29-ke-rp17974-jelang-data-pertumbuhan-ekonomi-ri
source_names:
- InvestorTrust
image_url: https://cdn.investortrust.id/images/17810809423546363_og.jpg
meta_title: Rupiah Perkasa Rp17.974, Dolar AS Babak Belur Akibat Data AS!
meta_description: Rupiah menguat tajam jelang data ekonomi RI, dolar AS babak belur
  gara-gara data lowongan kerja dan pesanan pabrik AS anjlok. Probabilitas suku bunga
  The Fed turun drastis!
canonical_url: https://berita.media/rupiah-ngotot-ngacir-ke-rp17-974-dolar-as-loyo-dihajar-data-ekonomi-mengerikan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-05T05:01:25Z'
published_at: '2026-08-05T05:01:25Z'
---

ALHAMDULILLAH! Rupiah kita rupanya makin perkasa kemarin, Rabu (5/8/2026) pagi, pamer gigi di angka Rp17.974 menantang dolar AS! Penguatan ini bukan kaleng-kaleng, datang tepat sebelum Badan Pusat Statistik (BPS) mau rilis data ekonomi keramat kuartal II-2026. Nah, yang bikin geleng-geleng, bukan cuma rupiah yang joget kegirangan, mata uang Asia lain pun ikut kecipratan untung! Dolar Taiwan melesat 0,41%, yuan China 0,01%, yen Jepang 0,06%, baht Thailand 0,05%, dolar Singapura 0,02%, dan peso Filipina tak mau kalah 0,36%. InvestorTrust.

Bosnya Bank Mandiri, Andry Asmoro, sampai ngaku kalau penguatan rupiah ini gara-gara imbal hasil US Treasury 10 tahun merosot 6,29 bps jadi 4,61%! Otomatis indeks dolar AS (DXY) langsung melorot di kisaran 100. Logika sederhananya begini: minyak dunia anjlok drastis gara-gara ada harapan damai antara AS dan Iran, bikin investor langsung pada lari dari aset aman. Akibatnya? Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed September jadi pupus!

Parahnya lagi nih, di Timur Tengah ada angin segar! Qatar bilang mediator sudah catat kemajuan negosiasi, plus Menteri Keuangan AS Scott Bessent optimistis kesepakatan buka kembali Selat Hormuz bisa terwujud secepatnya. Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat malah bikin kaget sejagat raya! Lowongan kerja alias *job openings* di Juni turun lebih parah dari prediksi, jadi cuma 7,36 juta. Ditambah defisit perdagangan yang nyempit karena impor ambruk lebih parah dari ekspor, dan pesanan pabrik yang secara tak terduga minus 0,3%! Ujung-ujungnya, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed September anjlok jadi cuma 57%. InvestorTrust.

Nah, sekarang semua mata tertuju sama laporan ketenagakerjaan ADP dan data *nonfarm payrolls* yang bakal dirilis Jumat ini. Dua data itu bakal jadi penentu arah langkah The Fed selanjutnya, apakah mereka bakal nekat naikkin suku bunga atau malah ngelus dada melihat kondisi ekonomi sendiri. Warga AS pun jadi harap-harap cemas menanti. InvestorTrust.

Gilanya, semua kondisi ini bikin rupiah kita makin pede pamer kekuatan! Cuma beberapa hari lagi data pertumbuhan ekonomi Indonesia keluar, para analis sudah optimistis rupiah bakal terus diburu. Jadi makin pede kan kita? Pokoknya, dolar AS lagi kena mental telak, bro! InvestorTrust.

---
**Sumber:** [InvestorTrust](https://investortrust.id/macro/111831/rupiah-menguat-0-29-ke-rp17974-jelang-data-pertumbuhan-ekonomi-ri)
