---
id: gLJVS71gdWqV
cluster_id: MicU8znE8WUl
title: 'Rupiah Nyaris Jebol! Himbara Todong BI: Yuan 100%, Kalau Tidak Lenyap Uang
  Kita!'
slug: rupiah-nyaris-jebol-himbara-todong-bi-yuan-100-kalau-tidak-lenyap-uang-kita
excerpt: Dolar AS makin menggila, rupiah terkapar di Rp17.839! Himbara ngotot minta
  BI jaminkan 100% likuiditas yuan untuk skema LCT China, kalau tidak, ya amblas semua
  dana bilateral kita, katanya. Gilanya, Thomas Djiwandono jadi sasaran empuk!
category: rupiah
tags:
- rupiah
- Himbara
- Bank Indonesia
- Thomas Djiwandono
- LCT
source_urls:
- https://www.suara.com/bisnis/2026/06/03/162540/rupiah-nyaris-jebol-ke-rp18000-himbara-ramai-ramai-tunjuk-thomas-djiwandono-ada-apa
source_names:
- Suara.com
image_url: https://media.suara.com/pictures/970x544/2026/01/26/73765-thomas-djiwandono.jpg
meta_title: Rupiah Tertekan, Himbara Minta BI Jamin Likuiditas Yuan 100%
meta_description: Tekanan pada rupiah semakin kuat. Himbara menuntut Deputi Gubernur
  BI Thomas Djiwandono memberikan jaminan likuiditas yuan 100% untuk skema LCT China
  guna memperkuat transaksi bilateral.
canonical_url: https://berita.media/rupiah-nyaris-jebol-himbara-todong-bi-yuan-100-kalau-tidak-lenyap-uang-kita
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-03T14:03:20Z'
published_at: '2026-06-03T14:03:20Z'
---

Ceritanya begini. Rupiah kita lagi babak belur parah, bro! Udah mau nyentuh Rp18.000 per dolar AS. Pasar panik setengah mati. Di tengah kepanikan itu, para bos bank BUMN, alias Himbara, malah sibuk nyari kambing hitam. Dan yang mereka todong? Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono! Gila, kan?

Perkara utamanya adalah skema Local Currency Trade (LCT) antara Indonesia dan China. Himbara, lewat Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan, minta BI kasih jaminan 100% likuiditas yuan. Katanya, kalau tidak ada jaminan dari BI, bank-bank nasional yang terlibat dalam LCT ini bakal jalan di tempat. Alhasil, transaksi bilateral kita sama China yang sudah tembus US$3,7 miliar per bulan itu terancam amblas! Suara.com

Bayangkan —rupiah makin lepek, tapi Himbara malah minta BI keluar duit gede buat jaminin yuan. Thomas Djiwandono lagi yang kena getahnya. Padahal, kesepakatan LCT ini kan niatnya bagus, buat ngurangin ketergantungan sama dolar AS yang makin bikin pusing. Nilai perdagangannya sama China kan gede banget, kalau pakai yuan dan rupiah, setidaknya bisa sedikit meredam tekanan ke rupiah. Suara.com

Yang bikin geram, skema ini kan katanya melibatkan tiga bank sentral: BI, Bank Sentral China, dan Bank Sentral Hong Kong. Tapi kok ujung-ujungnya tetap jadi urusan BI sendiri? Himbara minta BI kasih jaminan 100% likuiditas yuan. Itu kan artinya BI yang harus siapin duitnya kalau ada apa-apa. Parahnya, kalau BI tidak mau atau tidak mampu, Himbara ancamannya halus tapi pedas: transaksi bilateral terancam lenyap! Suara.com

Memang sih, Gubernur BI Perry Warjiyo pernah bilang kalau transaksi LCT ini sudah lumayan oke, tahun lalu lebih dari US$25 miliar. Tapi, lihat sekarang kondisi rupiah. Makin parah! Kalau Himbara merasa ini senjata ampuh buat jaga rupiah, ya nggak salah juga mereka minta dukungan penuh. Tapi kok ya Thomas Djiwandono yang jadi sasaran? Kasihan amat. Tapi ya gimana tidak — ini soal duit gede, soal nasib rupiah. Himbara, BI, semuanya kena imbas kalau sampai jebol Rp18.000. Selesai sudah kalau begitu.

---
**Sumber:** [Suara.com](https://www.suara.com/bisnis/2026/06/03/162540/rupiah-nyaris-jebol-ke-rp18000-himbara-ramai-ramai-tunjuk-thomas-djiwandono-ada-apa)
