---
id: Hr28XBFDPp7y
cluster_id: tdoNivSODRI3
title: Rupiah Remuk Redam Dolar AS Tembus Rp 18.000! BI Cuma Bisa Ngomong Doang?
slug: rupiah-remuk-redam-dolar-as-tembus-rp-18-000-bi-cuma-bisa-ngomong-doang
excerpt: Gilanya, rupiah kita jebol parah! Dolar AS sudah terbang tinggi, tembus Rp
  18.000. Bank Indonesia cuma bilang 'mencermati' dan siap turun tangan, tapi angkanya
  terus merosot. Rakyat kecil yang pusing tujuh keliling!
category: rupiah
tags:
- rupiah
- dolar as
- bank indonesia
- ekonomi
- mata uang
source_urls:
- https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8517059/rupiah-jebol-dolar-as-sudah-tembus-rp-18-000
source_names:
- detikFinance
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/05/12/rupiah-tersungkur-dolar-as-tembus-rp-17500-untuk-pertama-kali-1778567617131_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Rupiah Jeblok Rp 18.000 Lawan Dolar AS, BI Siap Turun Tangan?
meta_description: Nilai tukar rupiah terpuruk parah hingga menembus Rp 18.000 per
  dolar AS. Bank Indonesia (BI) mengaku akan bertindak, tapi perkembangannya terus
  memburuk. Rakyat kecil yang paling merasakan dampaknya.
canonical_url: https://berita.media/rupiah-remuk-redam-dolar-as-tembus-rp-18-000-bi-cuma-bisa-ngomong-doang
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-04T02:01:34Z'
published_at: '2026-06-04T02:01:34Z'
---

Ceritanya begini. Mata uang kita, rupiah, lagi babak belur parah! Dolar Amerika Serikat yang perkasa itu sudah sukses nendang rupiah sampai tembus angka Rp 18.000. Gila nggak tuh? Udah kayak mau lebaran ayam potong harganya. Data Investing bilang, Kamis pagi (4/6/2026), si dolar AS itu naik 0,28% jadi Rp 18.015. Jarak mainnya dari Rp 17.937 sampai Rp 18.024. Bayangin! detikFinance.

Nggak cuma itu, Google Finance juga nunjukin kalau dolar sempat nyentuh Rp 18.010 jam setengah tujuh pagi WIB, sebelum sedikit turun ke Rp 17.971. Terus Bloomberg bilang lagi, dolar AS malah menguat 0,71% seharian dan nangkring di Rp 17.966. Semuanya nunjukkin arah yang sama: rupiah makin terpuruk. Ini bukan soal naik turun dikit, ini udah namanya diganyang habis-habisan! detikFinance.

Nah, biasanya kalau udah begini, Bank Indonesia (BI) pasti keluar pernyataan. Dan benar saja, Kepala Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, angkat bicara. Dia bilang pihaknya 'terus mencermati' perkembangan pasar global dan domestik. Terus katanya, BI siap "mengambil langkah-langkah yang diperlukan" buat jaga stabilitas. Tapi kalimat 'siap' ini, udah sering kita dengar, kan? Yang ada malah makin parah. detikFinance.

Denny juga ngomong lagi, BI "terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan". Intinya, mau dibikin pasar jalan, likuiditas valas cukup. Tapi kalau mata uangnya terus melemah, seberapa efektif instrumen yang mereka punya? Udah kayak obati luka pakai plester, tapi lukanya makin dalam. BI.

BI emang udah coba gebrak dikit sih, mulai 2 Juni 2026 mereka terapkan batas tunai beli valas tanpa underlying jadi US$ 25.000 per pelaku per bulan. Terus juga dorong pakai mata uang lokal sama Tiongkok, Jepang, Malaysia, dan lain-lain. Bagus sih niatnya, biar nggak tergantung dolar. Tapi lihat angkanya sekarang, malah dolarnya yang makin perkasa. Cuma bisa bilang, semoga aja 'langkah-langkah yang diperlukan' itu beneran ada isinya, bukan cuma omong kosong kayak biasa. detikFinance.

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8517059/rupiah-jebol-dolar-as-sudah-tembus-rp-18-000)
