---
id: Hyn09m6V5m97
cluster_id: AjMrjzuMvX69
title: Rupiah Remuk Redam Rp 18.000! BI Salahkan Iran, Rakyat Tahu Ini Biang Keroknya!
slug: rupiah-remuk-redam-rp-18-000-bi-salahkan-iran-rakyat-tahu-ini-biang-keroknya
excerpt: 'Mata uang Garuda amblas parah, tembus Rp 18.000 per dollar AS! BI berkelit
  ke tensi Timur Tengah, tapi rakyat tahu persis: defisit dan utang luar negeri yang
  bikin rupiah babak belur. Gilanya, pejabat masih bilang ini ''fundamental ekonomi''.'
category: rupiah
tags:
- rupiah
- dollar as
- bank indonesia
- ekonomi
- timur tengah
source_urls:
- https://money.kompas.com/read/2026/06/04/132703326/bi-ungkap-penyebab-rupiah-tembus-rp-18000-per-dollar-as
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/lJ8W2MmWEt1MESYgxqEIpQ_8-6I=/0x0:780x390/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815e7ef28.png,0,-0,1)/data/photo/2016/11/11/1031428rupiah780x390.jpg
meta_title: Rupiah Jeblok Rp 18.000, BI Bela Diri ke Iran, Rakyat Tunjuk Defisit &
  Utang!
meta_description: Rupiah tembus Rp 18.000 per dollar AS! BI salahkan Iran, tapi rakyat
  tahu biang keroknya adalah defisit dan utang luar negeri. Simak analisanya!
canonical_url: https://berita.media/rupiah-remuk-redam-rp-18-000-bi-salahkan-iran-rakyat-tahu-ini-biang-keroknya
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-04T14:02:01Z'
published_at: '2026-06-04T14:02:01Z'
---

Ceritanya begini. Rupiah kita, si Garuda yang gagah perkasa, sekarang terkapar tak berdaya. Tembus angka keramat Rp 18.000 per dollar AS! Luar biasa, bro! Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mencoba berdalih. Katanya, ini gara-gara Amerika Serikat dan Iran lagi ribut. Eskalasi konflik di Timur Tengah, minyak dunia jadi mahal, inflasi meroket, makanya duit kita ngibrit keluar dari negara berkembang kayak Indonesia. Kompas

Alhasil, Destry pun berkicau di depan media: "Pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai." Lah, yang bener aja, Bu! Ini namanya nyari kambing hitam! Emang sih, isu Timur Tengah bikin deg-degan, tapi ini rupiah kita udah kayak digebuk pakai palu godam, bukan cuma kesenggol dikit. Kompas

Yang bikin geram, BI sendiri mengakui ada faktor lain: "tingginya kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri." Nah ini dia! Kebetuhan valas itu dateng dari mana? Dari dividen perusahaan yang dipulangin ke luar negeri, sama bayar utang luar negeri yang numpuk! Gilanya, pejabat BI ngakunya 'meningkatkan intensitas intervensi' buat jaga stabilitas. Intervensi apaan? Duitnya udah nggak cukup buat nambal kebocoran! Kompas

BI sesumbar bakal terus hadir di pasar pakai NDF, spot, DNDF, sampai beli SBN. Janji manis! Padahal, kita tahu lah, pola ini udah berulang kali terjadi. Setiap kali rupiah terpuruk, narasi soal fundamental ekonomi yang kuat selalu keluar. Tapi faktanya? Utang makin gede, defisit makin parah. Kompas, Antara

Dan parahnya lagi, BI malah semangat dorong transaksi pakai mata uang lokal (LCT) sama negara lain. China, Jepang, Malaysia, UEA. Tujuannya biar nggak tergantung dollar AS. Bagus sih, tapi ini kayak ngobatin luka bengkak di kaki pakai plester di tangan! Masalah utamanya bukan di ketergantungan dollar doang, tapi kebobrokan ekonomi kita sendiri yang bikin rupiah jadi ampas. BI, tolonglah, jangan cuma pintar ngomong! Kompas

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://money.kompas.com/read/2026/06/04/132703326/bi-ungkap-penyebab-rupiah-tembus-rp-18000-per-dollar-as)
