---
id: 8016fyLZMS6i
cluster_id: 9tgVJ5vJCvMB
title: Sekda Cilacap Diungkap 'Bikin Proyek' Setoran THR Pejabat Rp 700 Juta!
slug: sekda-cilacap-diungkap-bikin-proyek-setoran-thr-pejabat-rp-700-juta
excerpt: Gila bro! Pejabat Kabupaten Cilacap digebuk karena kasus korupsi THR. Sekda
  Sadmoko Danardono diduga berperan sentral dalam menentukan target pengumpulan dana
  'haram' hingga Rp 700 juta untuk pejabat Forkopimda. Alhasil, bupati nonaktif ikut
  terseret!
category: korupsi
tags:
- korupsi
- Bupati Cilacap
- Sekda Cilacap
- THR
- Tipikor Semarang
source_urls:
- https://regional.kompas.com/read/2026/08/07/170338178/sidang-korupsi-bupati-cilacap-saksi-ungkap-peran-sekda-dalam-setoran-uang?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/-5EzTyienOr2EMDug1sRCqjiH9M=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/08/07/6a75ab6593ed1.jpg
meta_title: Sekda Cilacap Perintahkan Korupsi THR Rp 700 Juta
meta_description: Sekda Cilacap Diduga Pimpin Pengumpulan Dana THR Pejabat Rp 700
  Juta. Saksi Ungkap Peran Sadmoko Danardono dan Bupati Nonaktif dalam Sidang Tipikor
  Semarang.
canonical_url: https://berita.media/sekda-cilacap-diungkap-bikin-proyek-setoran-thr-pejabat-rp-700-juta
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-07T17:01:36Z'
published_at: '2026-08-07T17:01:36Z'
---

Aduh, parahnya cerita korupsi di Cilacap ini makin terkuak, bikin geram saja! Sumber terpercaya, Kompas.com, membongkar boroknya: seorang saksi, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Cilacap, Sumbowo, blak-blakan soal target 'setoran THR' yang bikin geleng-geleng kepala.  Disebut-sebut, dana haram ini nilainya sadis, antara Rp 500 juta sampai Rp 700 juta, demi Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Lah gimana tidak gila, ini bukan THR pegawai, ini buat pejabat tinggi, Bro!

Ujung-ujungnya, cerita ini mengarah langsung ke sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (6/8/2026), di mana Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, jadi pesakitan. Saksi Sumbowo membeberkan, semua berawal dari rapat 'pribadi' di ruangan Sekda usai apel pagi di Februari 2026. Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekda Sadmoko ini dihadiri para asisten, membahas 'persiapan' pengumpulan dana Idul Fitri untuk Forkopimda. Parahnya, saat ditanya soal sumber dana sebesar itu, Sekda malah bilang ini soal 'harmonisasi sesuai arahan bupati'. Hadew! Kompas.com

Yang bikin makin muak, ternyata ada nama Asisten II, Ferry Adhi Dharma, yang ditunjuk untuk merinci besaran 'jatah' iuran tiap organisasi perangkat daerah (OPD). Sumbowo sendiri mengaku sempat ngeri dengan nominal yang harus dikumpulkan, sampai nyeletuk, "Apa mampu?" Tapi ya gimana, instruksi datang dari atas. Komentar pedas pun muncul: "Yang paham soal itu Pak Ferry. Sempat saya sampaikan juga kok besar banget. Apa mampu," begitu kata Sumbowo merujuk pada Ferry yang mencatat angka-angka 'biaya' itu. Gilanya lagi, Sekda bahkan sempat menanyakan progres pengumpulan dana ini. Jawaban Sumbowo? "Sedang berproses." Jelas saja prosesnya jadi bahan penyidikan KPK! Kompas.com

Dan bukan main, kronologi kasus ini bikin bulu kuduk berdiri. KPK sudah lebih dulu 'menggasak' Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang membongkar dugaan pemerasan terkait pengumpulan uang THR periode 2025–2026. Bukti pengumpulan uang dari sejumlah pejabat sudah terkumpul. Nah, dari situ terungkaplah peran Sekda yang diduga kuat menjadi 'arsitek' alias perancang skema licik ini. Bayangkan, duit rakyat kecil mungkin harus dikuras demi THR pejabat, sementara sang bupati 'selamat' dari OTT tapi tetap jadi tersangka. Sungguh dunia terbalik! Kompas.com

Habis sudah, skandal ini sungguh memalukan! Sekda yang seharusnya jadi panutan, malah terlibat dalam proyek pengumpulan dana yang jelas-jelas melanggar aturan. Terlebih lagi, ada indikasi kuat bahwa ini bukan pertama kalinya praktik serupa terjadi, meskipun para saksi mengaku tak tahu soal tahun sebelumnya. Ujung-ujungnya, rakyat jelata yang merasakan dampaknya, sementara para pejabat berebut 'jatah' THR. Sungguh cerita yang membuat kita semua harus lebih waspada! Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://regional.kompas.com/read/2026/08/07/170338178/sidang-korupsi-bupati-cilacap-saksi-ungkap-peran-sekda-dalam-setoran-uang?page=all)
