---
id: -pAWkPbUpdVY
cluster_id: jy7ucSXKfGSr
title: Sekolah Akui 'Bercanda', Korban Malah Babak Belur & Minta Rp1.000 Tiap Hari!
slug: sekolah-akui-bercanda-korban-malah-babak-belur-minta-rp1-000-tiap-hari
excerpt: Sekolah ngeles 'cuma bercanda', tapi korban anak usia sekolah malah babak
  belur dan jalani pendampingan psikologis. LBH soroti sekolah, kok bisa baru tahu
  setelah orang tua korban ngamuk? Dugaan pungli Rp1.000 per hari juga terkuak!
category: bullying
tags:
- bullying
- SMAN 2 Padang Panjang
- LBH Justiciabelen
- kekerasan anak
- pungli
source_urls:
- https://www.gonews.id/lbh-justiciabelen-soroti-kejanggalan-klarifikasi-sman-2-padang-panjang-soal-dugaan-bullying/
source_names:
- GOnews.id
image_url: https://www.gonews.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260530-WA00271.jpg
meta_title: 'Bullying SMAN 2 Padang Panjang: Sekolah Ngeles ''Bercanda'', Korban Babak
  Belur!'
meta_description: LBH Justiciabelen soroti kejanggalan klarifikasi SMAN 2 Padang Panjang
  soal dugaan bullying. Sekolah akui 'bercanda', korban babak belur & psikis terganggu.
  Ada dugaan pungli!
canonical_url: https://berita.media/sekolah-akui-bercanda-korban-malah-babak-belur-minta-rp1-000-tiap-hari
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-30T14:02:22Z'
published_at: '2026-05-30T14:02:22Z'
---

Ceritanya begini. Di SMAN 2 Padang Panjang, sekolah ngakunya baru tahu ada dugaan bullying pada 9 Februari 2026. Padahal, menurut LBH Justiciabelen, orang tua korban datang sendiri karena khawatir lihat anaknya babak belur. Bukan sekolah yang inisiatif, tapi korban yang disuruh datang. Gilanya, ada saksi yang bilang seorang guru tahu korban luka, tapi dibiarkan saja! GOnews.id

Yang bikin geram, dugaan kekerasan ini bukan cuma sekali. Konon, pelaku malah sempat minta ketemu korban lagi setelah kejadian pertama. Ini kan namanya sekolah jadi sarang penyamun! LBH Justiciabelen menekankan, kejadian di lingkungan sekolah, tanggung jawab pengawasan melekat pada sekolah, bukan alasan 'di luar jam operasional'. Malah, sekolah punya kewajiban melindungi siswa dari kekerasan sesuai UU Perlindungan Anak. Tapi, SMAN 2 Padang Panjang ini sepertinya tidak peduli. GOnews.id

Dan yang paling parah, sekolah ini berani bilang kejadiannya 'cuma bercanda'! Bercanda kok sampai korban butuh pendampingan psikologis dari Dinas Sosial? Buktinya sudah ada di medis, korban luka fisik. Ini bukan lelucon, ini kekerasan yang harus ditindak! LBH Justiciabelen menolak keras sebutan 'bercanda' itu. GOnews.id

Ujung-ujungnya, muncul berita acara perdamaian. Tapi jangan kaget, LBH bilang itu disusun pihak sekolah, bukan inisiatif keluarga korban. Keluarga korban malah dikasih ancaman terselubung soal SKCK pelaku kalau kasus diperpanjang. Celakanya, SMAN 2 Padang Panjang ini juga diduga menarik pungutan liar! Uang Rp1.000 per hari disebut wajib, bukan sukarela. Padahal sekolah bilang cuma wacana pembangunan mushalla. Parahnya lagi, siswa dan wali murid membenarkan kalau pungutan itu memaksa. Sekolah kok jadi ajang cari untung? GOnews.id

Jadi jelas, SMAN 2 Padang Panjang ini memang sarangnya masalah. Mulai dari abai soal bullying, pura-pura tidak tahu, sampai diduga melakukan pungli. Tanggung jawabnya mana? Anak-anak ini titipan orang tua, bukan untuk digebuki atau diperas. Selesai sudah cerita sekolah aman, anak terlindungi. Di sini, malah sebaliknya.

---
**Sumber:** [GOnews.id](https://www.gonews.id/lbh-justiciabelen-soroti-kejanggalan-klarifikasi-sman-2-padang-panjang-soal-dugaan-bullying/)
