---
id: i7WSfsdGk8UN
cluster_id: NLmQelGH1i8F
title: Sekolah Belum Aman! Anak-Anak Masih Dihajar Perundung, Pemerintah Cuma Ngomong
  Aja?
slug: sekolah-belum-aman-anak-anak-masih-dihajar-perundung-pemerintah-cuma-ngomong-aja
excerpt: Menteri Abdul Mu'ti bilang sekolah bukan tempat aman. Buktinya, bullying
  masih marak, pelakunya makin beragam, korbannya mulai dari anak perempuan, difabel,
  sampai yang ekonominya lemah. Pemerintah bikin peraturan, tapi kapan beneran aman?
category: bullying
tags:
- bullying
- perundungan
- sekolah aman
- pendidikan
- Abdul Mu'ti
source_urls:
- https://www.kompas.com/edu/read/2026/05/26/113313471/masih-marak-kasus-perundungan-di-sekolah-apa-langkah-pemerintah
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/79LY4pcf19rhDVK9g8TS_QIqto4=/0x0:1000x667/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c819b2dbec.png,0,-0,1)/data/photo/2025/11/19/691d465d54c6e.jpg
meta_title: 'Bullying di Sekolah Masih Marak: Apa Langkah Pemerintah?'
meta_description: Menteri Abdul Mu'ti akui sekolah belum aman dari bullying. Pelaku
  beragam, korban tak pandang bulu. Intip langkah pemerintah dan peraturan terbaru.
canonical_url: https://berita.media/sekolah-belum-aman-anak-anak-masih-dihajar-perundung-pemerintah-cuma-ngomong-aja
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-27T08:03:24Z'
published_at: '2026-05-27T08:03:24Z'
---

Ceritanya begini. Mendikdasmen Abdul Mu'ti sendiri yang ngakuin, sekolah kita ini belom jadi tempat yang aman buat anak-anak. Parahnya, perundungan atau bullying masih saja marak terjadi, pelakunya pun makin canggih modus-modusnya. Gilanya lagi, yang jadi korban itu bukan cuma yang lemah fisik, tapi juga yang ekonominya pas-pasan, yang bodoh akademisnya, bahkan yang badannya beda sedikit saja dari teman-temannya. Kompas.com

Lah gimana tidak geram, kata Mu'ti, bullying itu intinya soal main kuasa. Yang kuat ngerjain yang lemah. Ini terjadi karena ada persaingan antar siswa yang kebablasan. Coba bayangkan, anak-anak yang secara fisik berbeda, misalnya badannya terlalu kecil, terlalu besar, atau terlalu tinggi, itu jadi sasaran empuk perundungan. Yang seperti ini membuat anak-anak merasa tidak nyaman dan tidak aman untuk belajar. Kompas.com

Nah ini dia yang bikin gregetan. Ternyata, korban bullying itu seringnya anak perempuan, penyandang disabilitas, atau mereka yang secara ekonomi kurang beruntung. Ditambah lagi, anak dengan kemampuan akademik rendah juga sering menjadi bulan-bulanan. Kalaupun bukan karena disabilitas, yang badannya fisik beda dari yang lain kayak terlalu kecil atau terlalu gede, juga jadi korban. Yang begini ini yang bikin anak-anak tidak merasa nyaman, jadi tidak aman. Kompas.com

Alhasil, pemerintah akhirnya ngeluarin Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pembangunan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Harapannya, sekolah jadi lingkungan fisik, sosial, intelektual, spiritual, bahkan digital yang aman. Tapi, pertanyaan besarnya, kapan peraturan ini benar-benar diterapkan sampai ke akar rumput? Jangan cuma jadi pajangan di meja pejabat! Kompas.com

Yang bikin beda sama aturan sebelumnya, kata Mu'ti, aturan baru ini lebih humanis, ngutamain dengar, terima, dan hormati. Dan yang paling penting, pemerintah ngebolehin banget ngasih sanksi buat pelakunya. Tapi ya itu tadi, sampai kapan bullying ini benar-benar bisa diberantas sampai ke akarnya? Apakah cukup dengan peraturan, atau perlu ada langkah nyata yang lebih keras lagi? Kita tunggu saja, apakah sekolah kita akan benar-benar jadi rumah kedua yang aman bagi semua anak. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://www.kompas.com/edu/read/2026/05/26/113313471/masih-marak-kasus-perundungan-di-sekolah-apa-langkah-pemerintah)
