---
id: a0xc-0PCvKI1
cluster_id: OXpyq1Qig6Cf
title: Sekolah Bilang ‘Bercanda’, Korban Luka Fisik, LBH Geram!
slug: sekolah-bilang-bercanda-korban-luka-fisik-lbh-geram
excerpt: SMAN 2 Padang Panjang ngeles soal dugaan bullying, tapi LBH Justiciabelen
  bongkar semua kejanggalan. Dibilang becanda, padahal korban babak belur dan harus
  dampingan psikolog. Gilanya, sekolah malah bikin berita acara perdamaian agar pelaku
  lolos!
category: bullying
tags:
- bullying
- SMAN 2 Padang Panjang
- LBH Justiciabelen
- kekerasan anak
source_urls:
- https://www.gonews.id/lbh-justiciabelen-soroti-kejanggalan-klarifikasi-sman-2-padang-panjang-soal-dugaan-bullyingg/
source_names:
- GOnews.id
image_url: https://www.gonews.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260530-WA0031.jpg
meta_title: SMAN 2 Padang Panjang Diduga Bullying, LBH Sebut Ada Kejanggalan Klarifikasi
meta_description: LBH Justiciabelen soroti kejanggalan klarifikasi SMAN 2 Padang Panjang
  soal dugaan bullying. Korban alami luka fisik, sekolah dinilai tak bertindak maksimal.
canonical_url: https://berita.media/sekolah-bilang-bercanda-korban-luka-fisik-lbh-geram
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-30T20:02:19Z'
published_at: '2026-05-30T20:02:19Z'
---

Ceritanya begini. Di SMAN 2 Padang Panjang, ada dugaan bullying yang bikin geleng-geleng kepala. Pihak sekolah ngakunya baru tahu 9 Februari 2026, pas orang tua korban datang. Tapi kata LBH Justiciabelen, itu bohong besar! Orang tua korban datang karena anaknya makin parah, bukan dipanggil sekolah. Gilanya, sekolah nggak gerak duluan, malah santai aja. LBH Justiciabelen bongkar semua kejanggalan klarifikasi sekolah. GOnews.id

Yang bikin geram, ada saksi yang bilang kalau guru sempat tahu korban luka. Teman korban sudah lapor, tapi ya gitu deh, nggak digubris. Kejadiannya sore, jam setengah empat, di area sekolah. Sekali lagi, di area sekolah! LBH bilang, meskipun di luar jam operasional, sekolah tetap punya tanggung jawab pengawasan. Masa iya sih tempat belajar malah jadi arena kekerasan? GOnews.id

Parahnya lagi, ini bukan kejadian pertama. Dugaan kekerasan itu terjadi dua kali di tempat yang sama, waktu berbeda. Pelaku malah diduga minta ketemu korban lagi setelah kejadian pertama. Nah ini dia, di mana pengawasan guru piket dan kesiswaan? LBH Justiciabelen langsung pasang badan, ngacu ke UU Perlindungan Anak. Sekolah wajib lindungi siswa, bukan malah cuci tangan. GOnews.id

Dan bukan main, pihak sekolah berani bilang ini cuma ‘bercanda’! Padahal korban luka fisik, sudah divisum, dan sekarang butuh pendampingan psikologis. Belum lagi soal berita acara perdamaian. LBH bantah mentah-mentah kalau kesepakatan itu dibuat tanpa tekanan. Kata keluarga korban, sekolah yang ngotot bikin dan kasih klausul. Malah ngancam kalau kasus lanjut, SKCK pelaku bisa kena imbasnya. Celakanya, isu pungutan liar juga ikut mencuat, yang katanya wajib, bukan sukarela seperti klaim sekolah. GOnews.id

Jadi mau bilang apa lagi? Sekolah seharusnya jadi tempat aman, bukan tempat anak didik digebuk. Klarifikasi sekolah ini benar-benar nggak mencerminkan fakta di lapangan. LBH Justiciabelen sudah buka mata kita semua. GOnews.id

---
**Sumber:** [GOnews.id](https://www.gonews.id/lbh-justiciabelen-soroti-kejanggalan-klarifikasi-sman-2-padang-panjang-soal-dugaan-bullyingg/)
