---
id: xSxtTGWd5bnP
cluster_id: EMb42IUJl8zi
title: Sekolah Dijanjikan Aman, Siswa Malah Tetap Terancam Bullying!
slug: sekolah-dijanjikan-aman-siswa-malah-tetap-terancam-bullying
excerpt: Pemerintah Sulbar sibuk bentuk 'Pokja BSAN', tapi apakah ini cuma gertakan?
  Bullying di sekolah masih marak, bahkan sampai pakai senjata tajam. Jangan sampai
  janji manis ini cuma angin lalu!
category: bullying
tags:
- bullying
- pendidikan
- Sulawesi Barat
- sekolah aman
source_urls:
- https://makassar.antaranews.com/berita/631635/pemprov-sulbar-bentuk-pokja-bsan-untuk-melindungi-siswa-dari-perundungan
source_names:
- ANTARA News Makassar
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/06/04/IMG_20260407_184442.jpg
meta_title: Sulbar Bentuk Pokja Anti-Bullying, Tapi Ancaman Tetap Nyata
meta_description: Provinsi Sulbar bentuk Pokja BSAN untuk lindungi siswa dari perundungan.
  Namun, ancaman kekerasan dan bullying masih membayangi sekolah. Benarkah ini solusi
  efektif?
canonical_url: https://berita.media/sekolah-dijanjikan-aman-siswa-malah-tetap-terancam-bullying
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-04T23:01:31Z'
published_at: '2026-06-04T23:01:31Z'
---

Ceritanya begini. Di Sulawesi Barat, pemerintah provinsi lagi sibuk bilang mau bikin sekolah itu aman dan nyaman buat anak-anak. Nama kerennya, Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Katanya sih, ini biar siswa nggak cuma betah belajar, tapi juga terlindungi dari yang namanya kekerasan, perundungan, apalagi diskriminasi. Junda Maulana, Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, ngomong kalau pembentukan pokja ini itu amanat yang nggak bisa ditunda. Antara News Makassar.

Nah, waktu rapat awal kemarin, mereka diskusi serius soal kriteria sekolah yang aman. Sampai dibahas tuh, mana yang cuma urusan sekolah, mana yang sudah masuk ranah pidana. Tapi parahnya, mereka juga mengakui kalau bullying masih jadi momok. Junda sendiri bilang, kalau sudah pakai senjata tajam terus ngelakuin tindakan amoral kayak nge-bully, itu sudah masuk kategori kejahatan dan harus ditindak tegas. Lah gimana tidak geram, sudah pakai senjata tajam baru dibilang kejahatan? Antara News Makassar.

Yang bikin makin miris, Junda bilang semua siswa harus diperlakukan sama, nggak peduli anaknya pejabat, tukang sapu, atau cleaning service. Semua setara, harus diperhatikan. Bayangkan, sekolah yang nyaman itu ya yang bikin siswa betah, diperlakukan adil, dan bisa ikut belajar tanpa hambatan. Kebersihan dan fasilitas layak juga jadi patokan. Tapi ya, ini baru rencana. Mereka targetin SK Pokja BSAN terbit Juli 2026, baru setelah itu bikin standar rinci dan sosialisasi. Antara News Makassar.

Harapannya sih, kata Junda, pokja ini bisa nekan angka putus sekolah, cegah kekerasan dan perundungan, sampai ngurangin anak terlibat kriminal. Biar generasi emas 2045 siap. Tapi jangan lupa, Kapolda Sulbar Irjen Polisi Adi Deriyan Jayamarta juga ikut ngomong soal bullying yang masih sering kejadian. Dia tegasin, kalau bullyingnya berulang dan parah dampaknya, ya nggak bisa cuma diselesaikan di sekolah. Harus ada tindak lanjut serius. Nah, ini yang jadi pertanyaan — apakah janji 'sekolah aman' ini cuma gertakan atau beneran bakal dieksekusi? Antara News Makassar.

Soalnya, di lapangan, bullying itu masih ada aja. Kadang pakai senjata tajam, kadang dampaknya bikin korban trauma berat. Pembentukan pokja memang bagus, tapi kalau nggak diikuti tindakan nyata dan pengawasan ketat, ya sama aja bohong. Jangan sampai nanti anak-anak kita tetap jadi korban, sementara pejabat sibuk bikin 'pokja' tanpa hasil berarti. Celakanya, kalau sudah ada korban jiwa atau trauma mendalam, baru pada sibuk bikin standar. Semoga saja tidak begitu.

---
**Sumber:** [ANTARA News Makassar](https://makassar.antaranews.com/berita/631635/pemprov-sulbar-bentuk-pokja-bsan-untuk-melindungi-siswa-dari-perundungan)
