---
id: I66OUZGsyzqG
cluster_id: e1-hP2qJusgL
title: Sekolah Ramah Anak Cuma Slogan? Satgas Anti-Bullying Diduga Cuma Gimmick!
slug: sekolah-ramah-anak-cuma-slogan-satgas-anti-bullying-diduga-cuma-gimmick
excerpt: Di balik poster "Sekolah Ramah Anak" dan satgas anti-bullying, praktik perundungan
  masih merajalela. Pengamat pendidikan Ubaid Matraji blak-blakan menilai semua itu
  hanya kosmetik administratif yang mengabaikan akar persoalan bullying. "Sekolah
  lebih sibuk menyelamatkan reputasi," keluhnya. Kompas.com
category: bullying
tags:
- sekolah ramah anak
- bullying
- satgas anti-bullying
- pendidikan
- perundungan
source_urls:
- https://megapolitan.kompas.com/read/2026/07/03/20355351/sekolah-ramah-anak-masih-jauh-dari-nyata-pengamat-nilai-satgas-anti
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/NtK9_r3l5-jiZyDHiB2gOk372fA=/175x744:1329x1513/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2024/10/10/6707afce3b72b.png
meta_title: Satgas Anti-Bullying Sekolah Cuma Formalitas? Pengamat Ungkap Fakta Mengejutkan
meta_description: Sekolah Ramah Anak dianggap jauh dari nyata. Pengamat pendidikan
  Ubaid Matraji menilai satgas anti-bullying di sekolah hanya formalitas dan tak efektif
  tangani perundungan.
canonical_url: https://berita.media/sekolah-ramah-anak-cuma-slogan-satgas-anti-bullying-diduga-cuma-gimmick
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-06T05:01:06Z'
published_at: '2026-07-06T05:01:06Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Papan "Sekolah Ramah Anak" kinclong terpampang di mana-mana, satgas anti-bullying dibentuk sok serius, seminar sana-sini ngomongin kekerasan. Tapi apa hasilnya? Nol besar! Buat para siswa, sekolah kok malah masih kayak medan perang ya? Alhasil, bukannya jadi tempat aman buat belajar, eh malah banyak yang kena hajar dan mental. Ubaid Matraji, pengamat pendidikan yang omongannya pedas abis, nyinyirin kampanye anti-bullying yang katanya cuma bikin capek di jari doang, bukan nyentuh akar masalah. "Itu semua cuma kosmetik administratif, cuma gugurin kewajiban, bukan solusi beneran!" cecarnya. Kompas.com

Yang bikin geram, sekolah-sekolah itu katanya lebih sibuk nyelametin muka dan bikin slogan mentereng ketimbang bangun sistem pencegahan yang beneran hidup. "Sekolah lebih sibuk menyelamatkan reputasi dan membuat slogan daripada membangun sistem pencegahan yang hidup," ujar Ubaid mantap. Kompas.com Sialnya lagi, kalau pelaku bully cuma dihukum di atas kertas, kasusnya pasti berujung damai ala kekeluargaan yang enteng banget. Alhasil, trauma korban nggak kesentuh, akar masalahnya pun tetap dibiarin membusuk. Nah ini dia! Masalah bullying di sekolah itu nggak bisa lepas dari budaya kuasa yang udah kayak tai lalat nempel di muka sistem pendidikan kita. Ubaid ngakuin, budaya sekolah di Indonesia masih aja ngelestarin feodalisme dan nganggep kekerasan itu biasa aja, kayak nonton sinetron tiap hari. Hubungan yang timpang antara senior dan junior dianggap wajar, cuma buat "ngajarin disiplin" katanya, padahal jelas-jelas itu intimidasi. Parahnya, guru-guru banyak yang tutup mata, cuek bebek aja ngeliat praktik ini berlanjut.

Lingkungan kayak gini, bro, kata Ubaid, udah kayak inkubator super buat para pelaku bullying. Kalau sekolah aja biarin senioritas dan arogansi tumbuh subur, berarti mereka secara nggak langsung ngasih lampu hijau buat lahirnya pelaku-pelaku bully baru. Gila kan? Eh, tapi jangan salah, satgas anti-bullying yang konon katanya buat ngelindungin malah dikritik habis-habisan. Menurut Ubaid, kebanyakan satgas itu cuma formalitas di atas kertas doang, cuma gimmick buat nutupin kebobrokan birokrasi dan biar dapet akreditasi bagus. "Satgas kerap berubah menjadi lembaga penutup aib sekolah yang justru mengintimidasi balik korban agar tidak melapor ke luar," tandasnya. Kompas.com Mekanismenya sering macet, nggak punya sumber daya manusia yang ngertiin korban, minim duit, sama nggak ada jalur pelaporan yang aman dan independen. Celakanya, orang dewasa di sekitar siswa juga banyak yang nggak peka. Guru sama orang tua sering cuma nyari bukti fisik kayak memar atau luka, padahal trauma batin itu lebih ngerusak! Habis sudah, mau jadi apa generasi penerus kalau sekolahnya aja masih jadi sarang bully, bukan tempat belajar yang aman. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://megapolitan.kompas.com/read/2026/07/03/20355351/sekolah-ramah-anak-masih-jauh-dari-nyata-pengamat-nilai-satgas-anti)
