---
id: CqRkBwJlmz7M
cluster_id: yy8QAvuWYCjs
title: Sektor Padat Karya Lenyap! AS-Iran Perang Dingin, 9.000 Pekerja Terancam Babak
  Belur
slug: sektor-padat-karya-lenyap-as-iran-perang-dingin-9-000-pekerja-terancam-babak-belur
excerpt: Perang dingin AS-Iran bikin industri nasional terkapar! PT Xacti Indonesia
  di Depok gulung tikar permanen. 350 karyawan amblas, 9.000 lagi ngantre PHK massal.
  Rupiah anjlok, bahan baku impor mahal, permintaan global lesu, pabrik pun tumbang!
  Tirto.id
category: phk
tags:
- PHK
- Industri Nasional
- AS-Iran
- Ekonomi
source_urls:
- https://tirto.id/ancaman-phk-krisis-industri-nasional-di-tengah-perang-as-iran-hwYi
source_names:
- Tirto.id
image_url: https://mmc.tirto.id/image/share/socmed/2019/04/27/tolak-phk-antaranews.jpg
meta_title: PHK Massal Ancam 9.000 Pekerja Akibat Perang AS-Iran
meta_description: Perang AS-Iran picu krisis industri nasional. PT Xacti Indonesia
  tutup, 350 karyawan PHK. 9.000 buruh terancam amblas akibat rupiah anjlok & bahan
  baku impor mahal. Segera aksi!
canonical_url: https://berita.media/sektor-padat-karya-lenyap-as-iran-perang-dingin-9-000-pekerja-terancam-babak-belur
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-30T02:02:44Z'
published_at: '2026-05-30T02:02:44Z'
---

Ceritanya begini. Perang antara Amerika Serikat dan Iran itu bukan cuma drama di Timur Tengah, bro! Ternyata efeknya sudah sampai ke sini, ke industri nasional kita yang lagi megap-megap. Gilanya, PT Xacti Indonesia, produsen peralatan elektronik canggih di Depok, malah sudah angkat koper permanen! Habis sudah riwayat mereka.

Kenapa? Tekanan ekonomi global katanya. Harga bahan baku impor naik gila-gilaan, rupiah kita dicabik-cabik sama dolar, permintaan pasar global pun nyungsep. Kondisi ini bukan cuma dialami Xacti Indonesia, tapi mulai menjalar kayak wabah ke pabrik-pabrik lain di berbagai daerah. Parahnya, Said Iqbal dari KSPI udah teriak-teriak minta pemerintah buruan turun tangan. Kalau tidak, katanya, dalam tiga bulan ke depan bisa ada gelombang PHK yang menghantam 9.000 pekerja! Celakanya, ini bukan main-main.

Di Xacti Indonesia saja, 350 karyawan langsung kehilangan mata pencaharian. Tapi jangan kira cuma mereka. Di Banten, Tangerang, Karawang, sampai Jawa Timur, pabrik sepatu dan tekstil yang padat karya mulai memangkas pekerjanya. PT Shewa, PT Luncheong, PT PWI, sampai Nikomas, katanya, sudah mulai mengurangi jumlah karyawan. Yang bikin geram, perusahaan sebesar Nikomas saja sampai kehilangan 279 pekerja! Bayangkan, 9.000 orang lagi di ujung tanduk! Tirto.id, Said Iqbal.

Bahkan pengusaha pun ikut ngeri. Anggawira dari Hipmi bilang, konflik AS-Iran itu jelas menekan dunia usaha nasional. Tiga jalur utama yang dihajar: rupiah jungkir balik, harga energi dan logistik melambung, plus ongkos bahan baku impor membengkak. Rupiah sempat nyaris Rp17.800 per dolar AS, sementara harga minyak global jelas tidak karuan gara-gara isu Selat Hormuz. Situasi yang bikin ngeri.

Tekanan ini paling terasa buat industri padat karya yang klemar-klemer sama bahan baku impor dan logistik. Mulai dari tekstil, sepatu, makanan-minuman, farmasi, sampai plastik. Pelemahan rupiah membuat biaya produksi meroket, bikin perusahaan semakin terjepit. Mereka terpaksa nahan ekspansi, mungkin malah mulai mikirin cara lain buat bertahan hidup. Kalau begini terus, pabrik-pabrik bakal satu per satu ambruk. Tirto.id, Anggawira.

Jadi, jangan anggap remeh perang dagang atau konflik negara lain. Efeknya bisa fatal buat nasib para buruh kita. Sampai kapan begini terus? Sampai kapan nasib 9.000 pekerja itu jadi taruhan persekongkolan global?

---
**Sumber:** [Tirto.id](https://tirto.id/ancaman-phk-krisis-industri-nasional-di-tengah-perang-as-iran-hwYi)
