---
id: dCVM1GVHoJ8N
cluster_id: xclviTNwuSOI
title: Seniman Satire Politik Dihajar Akun Instagramnya Tanpa Ampun
slug: seniman-satire-politik-dihajar-akun-instagramnya-tanpa-ampun
excerpt: Internet yang dulu diagung-agungkan sebagai simbol demokrasi kini jadi alat
  pembungkam. Gilanya, karya satire politik Aji Juasal Mahendra yang ngakak malah
  bikin akun Instagramnya lenyap seketika. Alhasil, ruang maya makin jadi sarang buzzer
  tanpa kritik!
category: politik
tags:
- satire politik
- seniman
- Instagram suspend
- kebebasan berpendapat
- buzzer
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/ruang-maya-yang-semakin-alergi-kritik-satir-politik
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/u9USX_UAiTuf0lsmbTYR5FVqcqM=/1024x1299/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/12/dd69a3b7ffe4026617fe8da2c6b7330f-IMG_20260612_WA0038.jpg
meta_title: Seniman Satire Politik Dihajar Akun Instagramnya Tanpa Ampun
meta_description: Internet jadi alat pembungkam? Seniman Aji Juasal Mahendra akun
  Instagramnya lenyap seketika gara-gara karya satire politik yang ngakak. Ruang maya
  makin jadi sarang buzzer!
canonical_url: https://berita.media/seniman-satire-politik-dihajar-akun-instagramnya-tanpa-ampun
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-13T11:01:42Z'
published_at: '2026-06-13T11:01:42Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Dulu internet katanya bakal jadi benteng demokrasi, tempat bebas ngomong apa aja. Tapi sekarang? Malah jadi tempat paling alergi sama kritik, apalagi kalau kritikannya pakai bumbu satire politik yang bikin ngakak. Yang apes kali ini, seniman muda Aji Juasal Mahendra (26) jadi korban. Akun Instagram-nya, @ajiarchive.psd, yang isinya penuh gambar kritik pedas, eh tiba-tiba aja di-suspend tanpa ada peringatan sehelai benang pun. Mentang-mentang karyanya nyelekit, langsung disikat bersih akunnya, bikin geleng-geleng kepala! Kompas.id.

Parahnya, Aji ini nggak dikasih angin duluan sama Instagram. Tiba-tiba aja akunnya lenyap dari peredaran, padahal dia nggak ngerasa bikin pelanggaran yang jelas-jelas ngelanggar aturan. "Ini tidak ada tanda-tanda atau pemberitahuan lebih dulu. Apalagi jika konten yang saya buat dianggap melanggar panduan komunitas. Ini tiba-tiba saja sudah kena suspend (penangguhan)," keluh Aji, seperti dikutip dari Kompas.id. Nah ini dia, kalau sudah kena semprot platform raksasa, mau protes kemana? Udah gitu, dia udah coba kontak Meta, perusahaan induk Instagram, buat ngurusin akunnya yang amblas, tapi dua minggu lebih nunggu nggak ada kepastian sama sekali. Selesai sudah! Kompas.id.

Sambil nunggu akunnya dibalikin, Aji jadi mikir keras, kira-kira gara-gara apa ya karyanya dibungkam habis-habisan. Tiba-tiba dia inget salah satu gambar unggahannya yang nylekit banget, nyindir omongan Presiden Prabowo Subianto soal orang desa nggak butuh dolar. Itu kan dibuat pas lagi heboh nilai tukar rupiah anjlok. Gambarnya si Aji ini emang edan, ada muka mirip Presiden Prabowo lagi julurin lidah kayak ngejek, terus ada tulisan "ORANG RAKYAT DI DESA GAK PAKAI DOLLAR KOK - PRABOWO". Ngena banget, kan? Tapi malah gara-gara ini dia dihajar habis-habisan. Kompas.id.

Dan bukan main, cuma dalam dua hari, gambar nyindir itu tembus 15 juta views! Gilaaaa! Sampe disukai 650.000 pengguna dan dikomentari hampir 16.000 orang. Itu rekor tertinggi Aji sepanjang karirnya di Instagram. Tapi yang bikin merinding, dia bilang banyak akun-akun kosong ikut nyerbu kolom komentar, dan nadanya tuh aneh, lebih banyak yang positif dukung pemerintah. Terus ada lagi tuh buzzer-buzzer kentara banget, komentarnya kayak template nggak kreatif. Nah ini dia, si Aji yakin banget akunnya di-suspend gara-gara di-report massal sama pasukan buzzer ini. Yang tadinya karya satire keren, malah jadi korban serangan buzzer yang bikin kontennya amblas tak bersisa. Sungguh dunia maya makin ngeri, bro! Kompas.id.

Jadi, alhasil, ruang maya yang dulu dibanggakan sebagai tempat bersuara bebas justru jadi moncong besar yang alergi kritik. Para seniman yang berani bersuara lewat karya satire politik kini harus siap mental dibungkam dan akunnya dilenyapkan begitu saja. Mana ada cerita begini berakhir baik kalau ujung-ujungnya kebebasan berpendapat yang dikorbankan demi menjaga citra penguasa? Parah abis!

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/ruang-maya-yang-semakin-alergi-kritik-satir-politik)
