---
id: yYoxMbirNBD8
cluster_id: tFYVXiKP8H4b
title: Sisir Anggaran! Makan Gratis Siswa Dipangkas Saat Libur Sekolah
slug: sisir-anggaran-makan-gratis-siswa-dipangkas-saat-libur-sekolah
excerpt: Demi efisiensi anggaran, Badan Gizi Nasional (BGN) resmi hentikan jatah makan
  gratis siswa saat libur sekolah. Sistem paket bawa pulang pun diakhiri, lima hari
  saja kini jatahnya. Rakyat makin gigit jari, pejabat makin tebal dompet?
category: MBG
tags:
- MBG
- Badan Gizi Nasional
- Efisiensi Anggaran
- Pendidikan
source_urls:
- https://nasional.tempo.co/read/2105541/bgn-hentikan-pendistribusian-mbg-saat-libur-sekolah?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Babe
source_names:
- Tempo.co
image_url: https://statik.tempo.co/data/2026/02/24/id_1460463/1460463_720.jpg
meta_title: Makan Gratis Siswa Dipangkas Saat Libur Sekolah Demi Efisiensi Anggaran
meta_description: Badan Gizi Nasional hentikan pendistribusian makan bergizi gratis
  saat libur sekolah demi efisiensi anggaran. Sistem paket bawa pulang diakhiri, jatah
  lima hari.
canonical_url: https://berita.media/sisir-anggaran-makan-gratis-siswa-dipangkas-saat-libur-sekolah
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-26T20:02:30Z'
published_at: '2026-05-26T20:02:30Z'
---

Ceritanya begini. Program makan siang gratis yang digadang-gadang bikin anak bangsa cerdas dan sehat — rupanya terancam efisiensi anggaran, saudara-saudara! Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja mengumumkan penghentian total pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) saat para siswa sedang menikmati liburan sekolah. Ini bukan isapan jempol, keputusan ini sudah bulat, demi menipiskan dompet negara yang konon katanya terancam bolong. Tempo.co

Nah, bayangkan ini. Dulu, kalau ada libur panjang atau libur di tengah pekan, anak-anak masih bisa bawa pulang paket makanan bergizi. Makanan itu dibagikan lebih awal, jadi meski sekolah libur, perut mereka tetap terisi. Tapi kini, kebijakan itu ditiadakan sama sekali. "Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah sekarang sudah tidak lagi," kata Sony Sonjaya, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, dengan santai. Siapa yang dirugikan? Tentu saja anak-anak kita yang perutnya masih keroncongan. Tempo.co

Dan bukan main dramatisnya, sistem distribusi pun ikut dipangkas habis-habisan. Jika dulu jatahnya enam hari dalam seminggu, sekarang hanya lima hari. Jadi, hanya pada hari-hari aktif belajar saja MBG ini akan dibagikan. "Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG," ujar Sony lagi. Lah gimana tidak geram, jatah makan anak-anak dipotong seperti tahu bulat digoreng dadakan demi "efisiensi". Tempo.co

Parahnya, Sony sesumbar bahwa penyesuaian ini tidak akan mengurangi nilai bantuan atau kualitas makanan yang diterima siswa. Katanya, efisiensi hanya ada di aspek tata kelola dan pola distribusi. "Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien," klaimnya. Tapi rakyat awam seperti kita tahu betul arti 'efisiensi' versi pejabat. Seringkali itu berarti pengurangan hak rakyat demi kenyamanan mereka sendiri. Tempo.co

Yang bikin geram lagi, penghentian sistem bundling ini diklaim untuk mengurangi potensi pemborosan dan menjaga kualitas makanan. Entah bagaimana caranya makanan yang dibawa pulang itu bisa jadi boros atau kualitasnya menurun, sementara makanan yang dimakan di sekolah justru aman. Celakanya, ini semua dianggap sebagai "penguatan tata kelola operasional MBG secara nasional". Habis sudah, anak-anak sekolah harus siap-siap perut kosong saat liburan, sementara anggaran negara katanya diselamatkan. Sungguh sebuah ironi yang menyesakkan dada! Tempo.co

---
**Sumber:** [Tempo.co](https://nasional.tempo.co/read/2105541/bgn-hentikan-pendistribusian-mbg-saat-libur-sekolah?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Babe)
