---
id: M_bAVy1th-Vu
cluster_id: qh1noGPsvjIL
title: Siswa SMP Lumajang Tewas Dikeroyok Teman Sekelas, Sekolah Dulu Mediasi, Eh
  Malah Kacau!
slug: siswa-smp-lumajang-tewas-dikeroyok-teman-sekelas-sekolah-dulu-mediasi-eh-malah-kacau
excerpt: Gila! Siswa SMP di Lumajang tewas mengenaskan setelah dihajar teman sekelasnya
  sendiri. Parahnya, sekolah malah gelar mediasi dulu, baru kondisi korban memburuk
  drastis sampai nyawa tak tertolong. Sungguh ironis, bukannya damai malah berakhir
  tragis!
category: bullying
tags:
- bullying
- kekerasan siswa
- Lumajang
- pendidikan
- kriminalitas
source_urls:
- https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/30/223000178/kasus-bullying-siswa-smp-di-lumajang-sempat-ada-mediasi-sebelum-korban
- https://d-onenews.com/siswa-smp-di-lumajang-meninggal-diduga-korban-bullying-bupati-turun-tangan/
source_names:
- Kompas.com
- d-onenews.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/r5uxqPTN6DMXbFow9RBe_RrnblA=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/30/6a43af6289892.jpg
meta_title: Siswi SMP Lumajang Tewas Dianiaya Teman Sekelas
meta_description: Bocah SMP di Lumajang tewas mengenaskan setelah dihajar teman sekelasnya
  sendiri. Sekolah sempat mediasi, tapi kondisi korban malah memburuk hingga akhir
  hayatnya.
canonical_url: https://berita.media/siswa-smp-lumajang-tewas-dikeroyok-teman-sekelas-sekolah-dulu-mediasi-eh-malah-kacau
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-30T17:00:56Z'
published_at: '2026-06-30T17:00:56Z'
---

DUH, MIRIS BANGET denger kabar dari Lumajang ini, Bro! Seorang bocah ingusan yang seharusnya masih main kelereng, eh malah keok duluan digebuki teman sekelasnya sendiri. MI alias IL (16), siswa kelas 3 SMP PGRI Sukodono, Lumajang, Jawa Timur, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya setelah mengalami penganiayaan brutal. Yang bikin geram, pihak sekolah bukannya langsung tindak tegas, malah asyik mediasi dulu pasca-kejadian. Alhasil, nyawa korban tak terselamatkan gara-gara luka benturan yang fatal di kepala. Kasus ini pun kini resmi jadi santapan Polres Lumajang. Kompas.com

Gilanya lagi, sehari setelah perundungan maut itu terjadi, kepala sekolah dan wali kelas sadar ada ribut-ribut. Langsung aja mereka ngundang orang tua korban dan pelaku buat mediasi. Tapi ya gitu deh, namanya juga bocah, masalah kecil jadi besar. Upaya damai di sekolahan bukannya bikin adem, malah kondisi korban makin parah. Kata Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, korban sempat kelihatan lemas dan lesu pasca-mediasi. Seminggu kemudian, dia ngeluh sakit kepala hebat plus bengkak di bibir. Puncaknya, Senin (22/6/2026), kondisinya drop total dan langsung dilarikan ke RSUD dr. Haryoto. Malang tak dapat ditolak, Rabu (24/6/2026), dia dinyatakan meninggal dunia. Tragis! Kompas.com, d-onenews.com

Kronologi kejadiannya juga bikin geleng-geleng kepala. Senin (18/5/2026) pagi, di ruang kelas yang lagi dipakai Tes Kemampuan Akademik (TKA), korban didatangi dua teman sekelasnya berinisial S dan A. Masalahnya sepele banget, Bro: ada sampah di loker meja korban. Si pelaku nyuruh korban beres-beres, tapi korban nolak karena merasa bukan dia yang buang. Nah, dari situlah malapetaka dimulai. Ahmad Dani, kakak korban, miris menceritakan bahwa kedua pelaku langsung mengeroyok adiknya tanpa ampun. Kompas.com, d-onenews.com

Menurut polisi, si S ini nyuruh korban duduk di deket dinding, terus dihajar bertubi-tubi pakai tangan kosong. Pukulan pertama mendarat telak di dada korban. Sialnya, korban sempat ngikutin ujian sampai selesai karena merasa nggak sakit, padahal luka benturan di kepalanya udah parah banget. Makanya, seminggu kemudian kondisinya memburuk drastis. Kakak korban juga bilang hasil medis nunjukkin ada luka benturan yang sudah lama terjadi, meski pelaku ngakunya baru dipukul. Ini jelas kebohongan publik yang harus dibongkar tuntas! Kompas.com, d-onenews.com

Bahkan, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, sampai turun tangan langsung mengunjungi rumah duka dan ngasih santunan. Dia janji bakal kawal kasus ini sampai tuntas dan bakal evaluasi pihak sekolah, soalnya ini lembaga swasta. Kepala sekolah dan guru yang kecolongan bakal dipanggil buat ngobrol. Ya iyalah, masa kasus kayak gini dibiarin aja? Negara harus hadir buat bocah yang jadi korban kebiadaban ini! D-onenews.com

Habislah sudah cerita sedih ini. Semoga pelaku segera digulung habis oleh hukum dan kejadian kayak gini nggak terulang lagi di sekolah manapun. Kasihan bocah polos yang jadi korban, padahal cuma masalah sampah doang, eh malah berujung maut. Bikin gemes!,


---
**Sumber:** [Kompas.com](https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/30/223000178/kasus-bullying-siswa-smp-di-lumajang-sempat-ada-mediasi-sebelum-korban) · [d-onenews.com](https://d-onenews.com/siswa-smp-di-lumajang-meninggal-diduga-korban-bullying-bupati-turun-tangan/)
