---
id: osNveNJ-d-B6
cluster_id: 4AY6thOqevXr
title: SISWA SMP PEMALANG TEWAS DIDUGA DI-BULLY TEMAN SEKOLAH
slug: siswa-smp-pemalang-tewas-diduga-di-bully-teman-sekolah
excerpt: Mimpi buruk bullying memakan korban lagi! Ahmad Alfian (13), siswa SMP di
  Pemalang, nyawanya melayang setelah diduga dikeroyok teman-temannya sejak awal masuk
  sekolah.  Sang ibu tak kuasa menahan tangis melihat buah hatinya jadi korban kekerasan.
category: bullying
tags:
- bullying
- kekerasan pelajar
- pemalang
- siswa meninggal
- tindakan kekerasan
source_urls:
- https://regional.kompas.com/read/2026/08/06/111453978/kronologi-siswa-smp-di-pemalang-meninggal-diduga-korban-bullying-sejak-awal
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/9t5a_uqZ3txufv1t6NJnBw0GHbI=/0x0:750x500/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/03/13/69b3ba491a15a.jpg
meta_title: Siswa SMP di Pemalang Meninggal Diduga Korban Bullying Teman Sekolah
meta_description: Ahmad Alfian (13), siswa SMP di Pemalang, tewas setelah diduga menjadi
  korban perundungan brutal oleh teman-temannya. Sang ibu mengungkap kronologi pilu
  ancaman dan kekerasan yang dialami putranya.
canonical_url: https://berita.media/siswa-smp-pemalang-tewas-diduga-di-bully-teman-sekolah
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-06T05:01:18Z'
published_at: '2026-08-06T05:01:18Z'
---

Gila bro, dengarkan nih kisah pilu yang bikin hati teriris! Ahmad Alfian (13), bocah kelas VII di salah satu SMP Negeri Pemalang, Jawa Tengah, ini terpaksa mengakhiri hidupnya sebelum waktunya. Penyebabnya? Diduga kuat gara-gara ulah teman-teman sekolahnya yang doyan banget nge-bully. Ibunya, Epi Priyanti (34), sampai geleng-geleng kepala, soalnya Alfian sempat cerita sering diancam dan mengalami kekerasan. Alhasil, nyawa bocah malang ini tak tertolong lagi setelah sempat dirawat intensif di RS Mardhatillah Randudongkal, Minggu malam (2/8/2026). Sungguh tragedi yang bikin kita semua geram, Kompas.com.

Kisah ini mulai terkuak dari pesan WhatsApp yang nyasar ke ponsel korban pada Rabu (22/7/2026). Isinya? Ancaman mengerikan soal pengeroyokan! Epi yang cemas langsung bertindak, menghubungi pengirim pesan untuk cari tahu biang keroknya. Ternyata, alasan si pengirim, Alfian duluan yang nantangin duel. Duh, mana ada cerita beginian berakhir baik! Meski masalah sempat mereda, Epi tetap aja menghadap guru BK buat nanyain soal keamanan sekolah. Benar saja, dua hari kemudian, Jumat (24/7/2026), Alfian kembali dapat ancaman, kali ini dari siswa yang berbeda. Lagi-lagi, Epi coba selesaikan baik-baik, dan untungnya masalah itu sempat reda. Tapi sialnya, cerita belum berakhir di situ, Kompas.com, TribunJateng.

Nah ini dia yang bikin merinding! Keesokan paginya, Sabtu (25/7/2026), Alfian kembali dapat pesan ajakan bertemu di kamar mandi sekolah. Saat tiba di lokasi, sudah ada beberapa siswa yang sebelumnya mengirim ancaman, plus teman-teman lainnya! Gilanya, saat ditanya ibunya, Alfian malah bilang nggak diapa-apain. Hadeh, bocah ini kayaknya masih takut! Trauma itu ternyata membekas, terbukti pada Selasa (28/7/2026), Epi terpaksa membawa anaknya ke rumah sakit. Di sanalah Alfian akhirnya mengaku kalau dia jadi korban kekerasan teman-temannya. Parahnya lagi, sehari sebelum meninggal, Sabtu (1/8/2026), saat ibunya mengundang guru ke rumah, Alfian blak-blakan cerita kalau lengannya pernah diinjak. Sang guru pun membenarkan kejadian itu. Yang bikin geram, korban tewas dengan luka yang diduga akibat perundungan brutal ini, Kompas.com, TribunJateng.

Akibat perundungan ini, Alfian terbaring lemah hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Ibu korban, Epi Priyanti, tentu saja tak kuasa menahan duka mendalam atas kepergian putra tercintanya. Pihak sekolah masih didesak untuk menjelaskan bagaimana perundungan ini bisa terjadi begitu lama tanpa terdeteksi. Celakanya, apa yang dialami Alfian menjadi bukti nyata kegagalan sistem pengawasan di sekolah yang harus segera dibenahi. Kita semua berharap agar kasus serupa tidak terulang lagi, Kompas.com, TribunJateng.

Dan bukan main, nasib bocah ini sungguh menyayat hati. Dimulai dari ancaman, berlanjut ke intimidasi, dan berakhir pada kekerasan fisik yang merenggut nyawanya. Cerita bullying ini benar-benar membuka mata kita betapa berbahayanya perundungan di lingkungan sekolah. Semoga Alfian mendapatkan keadilan yang pantas dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Selesai. Kompas.com, TribunJateng.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://regional.kompas.com/read/2026/08/06/111453978/kronologi-siswa-smp-di-pemalang-meninggal-diduga-korban-bullying-sejak-awal)
