---
id: vSg_vxYUO2YH
cluster_id: OK8KITyag5n5
title: Siswaku Dibully, DPRD Semarang Minta Sekolah Tanggung Jawab Penuh!
slug: siswaku-dibully-dprd-semarang-minta-sekolah-tanggung-jawab-penuh
excerpt: Gila bro, bocah SMP di Semarang dihajar habis-habisan. Kini DPRD Kota Semarang
  angkat suara, mendesak sekolah si pecundang itu bertanggung jawab dan korban KA
  (13) dipulihkan psikologisnya. Indoraya News.
category: bullying
tags:
- bullying
- pendidikan
- dprd semarang
- kekerasan fisik
- trauma anak
source_urls:
- https://indoraya.news/soroti-dugaan-kasus-bullying-siswa-smp-dprd-kota-semarang-minta-sekolah-tanggung-jawab
source_names:
- Indoraya News
image_url: https://indoraya.news/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260625-WA0012.jpg
meta_title: DPRD Semarang Desak Sekolah Tanggung Jawab Kasus Bullying Siswa
meta_description: Bocah SMP jadi korban bullying, DPRD Semarang tuntut sekolah bertanggung
  jawab dan berikan pendampingan psikologis intensif.
canonical_url: https://berita.media/siswaku-dibully-dprd-semarang-minta-sekolah-tanggung-jawab-penuh
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-25T17:01:34Z'
published_at: '2026-06-25T17:01:34Z'
---

Heboh, bro! Ada lagi cerita pilu dari dunia pendidikan kita yang bikin hati terenyuh sekaligus geram. Seorang siswa SMP swasta di Kota Semarang, sebut saja KA (13), tega-teganya jadi korban perundungan dan kekerasan fisik. Nah ini dia, para wakil rakyat di DPRD Kota Semarang dari Fraksi PDI Perjuangan akhirnya angkat bicara. Mereka menyoroti tajam dugaan kasus bullying yang dialami KA ini, dan meminta pihak sekolah bertanggung jawab penuh atas tragedi yang menimpa anak didiknya. Indoraya News.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo, tak tinggal diam. Beliau mendengar langsung keluhan ibu korban, Ristia, yang datang ke kantor dewan pada 17 Juni 2026. Aduan ini pun diterima langsung oleh beberapa anggota dewan seperti Michael, Lely Purwandari, dan Kusrin. Bayangin aja, bro, gimana perasaan orang tua melihat anaknya diperlakukan begini! 

“Kami meminta Dinas Pendidikan Kota Semarang segera memanggil pihak sekolah untuk mengambil sikap dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Selain itu, korban juga harus mendapatkan pendampingan psikologis yang memadai,” tegas Rahmulyo kepada Indoraya.News. Ujung-ujungnya, fokus utama harusnya memang pemulihan trauma si KA ini. Jangan sampai bocah ingusan itu makin terpuruk karena masa lalunya di sekolah yang seharusnya jadi tempat menimba ilmu. Malah, menurut laporan yang diterima, si KA ini sampai ketakutan dan tertekan pasca kejadian. Indoraya News.

Gilanya lagi, Rahmulyo menambahkan bahwa sibuknya Dinas Pendidikan dengan urusan Penerimaan Murid Baru (SPMB) bukan berarti jadi alasan buat menunda penanganan kasus serius ini. “Saya pikir itu bukan alasan. Tinggal bagaimana mengatur waktu agar segera bertemu dengan pihak sekolah sehingga ada kepastian penanganan atas peristiwa yang dialami anak tersebut,” pintasnya dengan nada kesal. Keren, kan? Wakil rakyat yang benar-benar berpihak pada rakyat kecil. 

Dan bukan main, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang pun sudah bergerak! Kepala DP3A, Eko Krisnarto, memastikan pendampingan intensif terhadap korban terus digalakkan. “Kami fokus mendampingi korban sampai pulih secara psikologis dan bisa kembali bersekolah dengan nyaman. Saat ini yang menjadi perhatian adalah pemulihan traumanya,” ujar Eko. Ternyata, si KA ini masih sering ketakutan kalau ingat kejadiannya, apalagi kalau harus ke kamar mandi yang diduga jadi lokasi kejadian. Astaga! DP3A langsung menurunkan psikolog klinis untuk mendampingi si bocah agar bisa tertawa lagi. Indoraya News.

---
**Sumber:** [Indoraya News](https://indoraya.news/soroti-dugaan-kasus-bullying-siswa-smp-dprd-kota-semarang-minta-sekolah-tanggung-jawab)
