---
id: a6Dyxd-YN_ru
cluster_id: D1C1-gXx_3Da
title: Siswi SMP Dihajar Teman, Damai Palsu Berkedok 'Penyelesaian'
slug: siswi-smp-dihajar-teman-damai-palsu-berkedok-penyelesaian
excerpt: Belum juga genap setahun 2026, bullying masih saja jadi langganan. Kali ini
  di Pringsewu, siswi SMPN 1 Ambarawa jadi korban pengeroyokan. Tapi apa daya, setelah
  digebuk sampai babak belur, eh malah disuruh damai. Kasihan benar nasib anak-anak
  ini.
category: bullying
tags:
- bullying
- Pringsewu
- Disdikbud
- kekerasan anak
- viral
source_urls:
- https://lampung.rilis.id/Hukum/Berita/disdikbud-pringsewu-respons-cepat-kasus-bullying-VO9b
source_names:
- Rilis.id Lampung
image_url: https://lampung.rilis.id/image/2026/05/31te4wsIz_IMG-20260531-WA0011.jpg
meta_title: 'Kasus Bullying Pringsewu: Damai Palsu Siswi Dihajar'
meta_description: Viral! Siswi SMPN 1 Ambarawa jadi korban perundungan, tapi Disdikbud
  Pringsewu malah fasilitasi 'damai'. Simak kronologi lengkap dan kritiknya di sini!
canonical_url: https://berita.media/siswi-smp-dihajar-teman-damai-palsu-berkedok-penyelesaian
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-31T08:02:15Z'
published_at: '2026-05-31T08:02:15Z'
---

Ceritanya begini. Baru saja media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto tangkapan layar kasus perundungan di Pringsewu. Korbannya, seorang siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Ambarawa. Bayangkan—baru beranjak remaja, eh sudah harus merasakan pahitnya dikeroyok teman sendiri. Siapa yang tega coba? Rilis.id Lampung

Nah ini dia yang bikin geram. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pringsewu, yang katanya peduli pendidikan, ternyata punya jurus ampuh: selesaikan saja secara damai! Kepala Bidang Pendidikan Sekolah, Iswanto, justru bangga menyebut kasus ini sudah ditangani serius. Terus, apa itu penanganan serius versi mereka? Melibatkan kepala sekolah, tim perlindungan anak, polisi, sampai orang tua pelaku dan korban. Semuanya kumpul jadi satu, tapi ujung-ujungnya bukan keadilan yang didapat.

Alhasil, semua pihak sepakat 'damai'. Pelaku dan korban, beserta keluarga masing-masing, katanya sudah tanda tangan surat perdamaian. Sang pelaku berjanji tidak mengulang. Korban? Yah, mereka disuruh lupa, disuruh move on. Celakanya, 'penyelesaian damai' ini justru sering jadi jurus ampuh untuk menutupi aib. Bukannya efek jera, tapi malah dianggap enteng. Kasihan benar nasib siswi malang ini, dihajar habis-habisan tapi masalahnya malah dianggap selesai hanya dengan secarik kertas. Rilis.id Lampung

Yang bikin miris lagi, pelaku 'dibina' oleh Polres dan tim PPA. Sementara korban, dia dapat 'pendampingan psikologis' dan 'pemulihan mental'. Seolah-olah korban yang harusnya berteriak minta keadilan, malah disuruh terima keadaan. Pertanyaannya, apa iya pendampingan psikologis bisa mengembalikan rasa percaya diri yang hancur? Apa iya surat damai bisa menghapus trauma yang membekas? Ini bukan soal damai, ini soal keadilan yang seharusnya ditegakkan. Rilis.id Lampung

Yang lebih parah, agar terlihat sigap, Disdikbud Pringsewu langsung mengeluarkan instruksi ke seluruh sekolah untuk 'meningkatkan pengawasan'. Loh, kok baru sekarang? Bukannya ini tugas utama? Selama ini kemana saja? Kenapa harus menunggu ada kasus viral dulu baru bergerak? Parahnya, modus 'damai' seperti ini selalu jadi senjata pamungkas. Alih-alih mendidik generasi muda agar punya empati dan rasa hormat, malah diajarkan cara menutupi kesalahan. Habis sudah, Pringsewu!

---
**Sumber:** [Rilis.id Lampung](https://lampung.rilis.id/Hukum/Berita/disdikbud-pringsewu-respons-cepat-kasus-bullying-VO9b)
