---
id: 5vcRjj_M1QGF
cluster_id: LGa0McKQn27A
title: SMK Riau Bantah Bullying, Sebut Perkelahian Biar Kelas XI Adu Mulut!
slug: smk-riau-bantah-bullying-sebut-perkelahian-biar-kelas-xi-adu-mulut
excerpt: Sekolah SMK Pertanian Riau ngotot insiden asrama bukan bullying, tapi perkelahian
  antar siswa satu angkatan. Alasannya? Keluar asrama malam-malam buat main HP berujung
  adu mulut. Nadariau.com
category: bullying
tags:
- bullying
- SMK Pertanian Riau
- perkelahian siswa
- adu mulut
- asrama
source_urls:
- https://nadariau.com/2026/05/29/bantah-dugaan-bullying-di-asrama-smk-pertanian-riau-sebut-insiden-murni-perkelahian-antar-siswa/
source_names:
- Nadariau.com
image_url: https://nadariau.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260529-WA0136_copy_640x415-og.jpg?v=2
meta_title: SMK Riau Sebut Perkelahian Siswa Bukan Bullying, Hanya Adu Mulut Gara-gara
  HP
meta_description: Pihak SMK Pertanian Riau bantah keras dugaan bullying di asrama,
  sebut insiden hanyalah perkelahian antar siswa kelas XI gara-gara keluar malam main
  HP. Cek kronologinya!
canonical_url: https://berita.media/smk-riau-bantah-bullying-sebut-perkelahian-biar-kelas-xi-adu-mulut
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-29T11:02:45Z'
published_at: '2026-05-29T11:02:45Z'
---

Ceritanya begini. Heboh dugaan bullying di asrama SMK Pertanian Riau, Pekanbaru. Tapi pihak sekolah, lewat Wakil Humasnya Rini Sepbrina, langsung membantah keras. Dikatakan, ini bukan pengeroyokan senior ke junior, melainkan murni perkelahian antar siswa sekelas XI. Gilanya, akar masalahnya sepele: keluar asrama tengah malam cuma gara-gara main HP. Nadariau.com

Menurut Rini, kedua siswa yang terlibat itu memang satu angkatan, sama-sama kelas XI. Jadi, konsep senioritas yang dibicarakan publik itu salah besar. Kronologinya begini: ada aturan sekolah, jam malam di asrama. Nah, kedua siswa ini nekat keluar dari asrama setelah jam yang ditentukan. Buat apa? Buat main HP. Padahal main HP di lingkungan sekolah itu dilarang keras. Entah bagaimana, saat bermain HP di luar asrama, mereka bertemu siswa lain, lalu terjadilah adu mulut yang kemudian berujung saling pukul. "Ini bukan perundungan atau bullying," tegas Rini Sepbrina, S.PT., MMA. Nadariau.com

Yang bikin heran, pihak sekolah sudah berulang kali melakukan mediasi. Bukan cuma sekali dua kali, tapi tiga kali. Melibatkan orang tua masing-masing siswa, guru bimbingan konseling, wali kelas, dan bagian kesiswaan. Tapi apa hasilnya? Sampai mediasi terakhir, keluarga korban malah menurunkan kuasa hukum. Ini tanda masalahnya tidak sesederhana yang diklaim sekolah. Sampai kini, belum ada kesepakatan yang mengikat. Alhasil, persoalan ini masih menggantung. Nadariau.com

Parahnya lagi, pihak sekolah juga dituding menahan siswa yang terlibat kasus ini agar tidak ikut Praktik Kerja Lapangan (PKL). Rini membantah telak. Katanya, ada syarat mutlak untuk PKL: nilai akademik, rekomendasi guru, dan administrasi beres. "Bukan hanya siswa yang bermasalah ini yang belum berangkat PKL. Ada siswa lain yang juga belum memenuhi syarat akademik atau administrasi," kilahnya. Jadi, penundaan ini bukan hukuman, melainkan konsekuensi administratif. Begitu katanya. Nadariau.com

SMK Pertanian Riau berharap masalah ini bisa cepat selesai secara kekeluargaan. Biar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Tapi, dengan adanya kuasa hukum korban dan belum adanya kesepakatan, harapan sekolah itu sepertinya masih jauh panggang dari api. Belum lagi soal aturan main HP di malam hari yang jadi pemicu awal. Sebuah perkelahian sepele yang dibungkus jadi urusan administratif. Nah, ini dia cerita versi sekolah yang bikin geleng-geleng kepala. Nadariau.com

---
**Sumber:** [Nadariau.com](https://nadariau.com/2026/05/29/bantah-dugaan-bullying-di-asrama-smk-pertanian-riau-sebut-insiden-murni-perkelahian-antar-siswa/)
