---
id: DcwFsF5Desco
cluster_id: ZUojUJQxHzev
title: 'Tangis ABK Yilan: Kecelakaan Berujung Leukemia, Malah Kena PHK!'
slug: tangis-abk-yilan-kecelakaan-berujung-leukemia-malah-kena-phk
excerpt: Gara-gara tangan terluka karena kail ikan, Yudi si ABK Yilan malah digasak
  habis sama majikannya. Baru tahu menderita leukemia stadium parah, eh malah di-PHK
  sepihak. Sungguh cerita pilu yang bikin geram!
category: phk
tags:
- ABK
- Yilan
- PHK
- Leukemia
- Taiwan
- Kecelakaan Kerja
source_urls:
- https://indonesia.focustaiwan.tw/society/202606025004
source_names:
- Focus Taiwan
image_url: https://imgcdn.cna.com.tw/Ind/WebIndPhotos/1024/2026/20260603/1648x954_95953217630.jpg
meta_title: ABK Yilan Terkena Leukemia stadium parah, Malah Di-PHK
meta_description: Kisah pilu Yudi, ABK Yilan yang di-PHK sepihak setelah alami kecelakaan
  kerja. Parahnya, ia divonis mengidap leukemia stadium parah tanpa biaya pengobatan.
canonical_url: https://berita.media/tangis-abk-yilan-kecelakaan-berujung-leukemia-malah-kena-phk
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-03T11:01:54Z'
published_at: '2026-06-03T11:01:54Z'
---

Ceritanya begini. Yudi, pria 30 tahun asal Indramayu, nasibnya benar-benar malang. Ia bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Yilan, Taiwan. Tapi apa yang didapat? Bukan gaji layak atau perlindungan kerja, malah kejadian yang bikin hati teriris. Ia mengalami kecelakaan kerja, tangannya luka parah kena kail ikan saat beraktivitas di kapal. Parahnya, majikannya tidak mau membawanya ke rumah sakit. Yudi terpaksa harus mengobati lukanya sendiri ke klinik terdekat. Focus Taiwan.

Eh, tapi cerita belum selesai. Saat Yudi memberitahu majikannya kalau ia butuh istirahat sementara karena lukanya, bukannya dapat pengertian, malah dimarahi habis-habisan. Jangankan belas kasihan, pemecatan sepihak! Ya, Yudi langsung di-PHK. Belum selesai ia berobat dan memulihkan diri, sudah diusir dari kapal dan kontraknya diputus. Anehnya lagi, agensinya pun tak mau menampungnya. Sialnya lagi, Yudi sudah kehabisan uang sampai tidak bisa membeli makanan. Ia terpaksa dilaporkan ke shelter Serve the People Association (SPA) di Zhongli, Taoyuan. Focus Taiwan, CNA.

Lina, seorang aktivis SPA, langsung membantu Yudi. Ia dibuatkan laporan darurat ke hotline 1955. Tapi nasib malang belum berhenti menghantam Yudi. Setelah beberapa hari di shelter, Lina melihat kondisi Yudi makin memburuk. Ia terlihat pucat pasi, sering mimisan, demam, dan badannya lemas tak bertenaga. Teman sekamarnya pun mengkhawatirkan kondisi matanya yang terlihat lelah. Lina curiga ada masalah kesehatan serius, bukan sekadar kelelahan atau kurang makan. Focus Taiwan.

Lina pun langsung mengajak Yudi ke klinik terdekat. Hasil pemeriksaan mengejutkan: tekanan darah Yudi sangat rendah! Dokter menyarankan agar segera dibawa ke rumah sakit besar. Di salah satu rumah sakit besar di Taoyuan, Yudi menjalani serangkaian tes. Dokter harus transfusi lima kantong darah dan merujuknya ke rumah sakit yang lebih besar lagi di Linkou. Nah ini dia! Di sana barulah terungkap kenyataan pahit: Yudi mengidap kanker darah atau leukemia. Dan yang bikin geram, kankernya sudah stadium parah! Focus Taiwan.

Bayangkan, Yudi yang sedang berjuang melawan penyakit mematikan, bahkan tidak punya uang sepeser pun untuk operasi. Biayanya sangat besar! Pihak shelter pun langsung berdiskusi untuk mencari donasi. Lina berusaha keras memindahkan Yudi ke rumah sakit yang lebih baik di Taipei, sambil terus membuat laporan ke Depnaker Yilan. Tapi masalahnya, karena kesalahpahaman, Depnaker Yilan malah menyarankan menghubungi Depnaker Keelung. Sungguh birokrasi yang membingungkan di tengah penderitaan. Focus Taiwan.

Jadi, gara-gara kecelakaan kerja yang ringan, eh malah terungkap penyakit kronis yang mematikan. Dan klimaksnya, ia di-PHK oleh majikannya. Inikah bentuk perlindungan tenaga kerja di negeri orang? Sungguh sebuah cerita yang bikin kita geleng-geleng kepala. Belum lagi biaya pengobatan yang mencekik leher. Nasib Yudi benar-benar miris.

---
**Sumber:** [Focus Taiwan](https://indonesia.focustaiwan.tw/society/202606025004)
