---
id: S7Z3yb7_8vQb
cluster_id: q9JLCcbupbmc
title: Tiga Pejabat Bea Cukai Duduk di Kursi Saksi, KPK Gebuk Penyuap Mereka
slug: tiga-pejabat-bea-cukai-duduk-di-kursi-saksi-kpk-gebuk-penyuap-mereka
excerpt: GEGER! Tiga pejabat penting Bea Cukai diperiksa di Pengadilan Tipikor Jakarta
  Pusat sebagai saksi dalam kasus suap dan gratifikasi yang membelit petinggi di instansi
  tersebut. KPK tak main-main, langsung menghajar para terduga penyuap agar akui perbuatan
  kejinya, kata Kompas.com.
category: korupsi
tags:
- Bea Cukai
- KPK
- Korupsi
- Gratifikasi
- Tipikor
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/07/28/12184081/tiga-pejabat-bea-cukai-jadi-saksi-di-sidang-kasus-suap-dan-gratifikasi-djbc
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/-a29Ss3j1yrXn0rGA8EWMLn0964=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/07/28/6a6838803a846.jpg
meta_title: 'Sidang Korupsi Bea Cukai: Tiga Pejabat Jadi Saksi, KPK Gebuk Penyuap'
meta_description: Tiga pejabat Bea Cukai dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor
  dalam kasus suap dan gratifikasi. KPK tak main-main, tuntaskan kebobrokan di instansi
  penting negara ini.
canonical_url: https://berita.media/tiga-pejabat-bea-cukai-duduk-di-kursi-saksi-kpk-gebuk-penyuap-mereka
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-30T05:01:16Z'
published_at: '2026-07-30T05:01:16Z'
---

GILA BRO, dengerin nih! Tiga pejabat ningrat dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) RI dipanggil paksa duduk di kursi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Ini bukan sidang biasa, ini sidang lanjutan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang bikin geram banyak pihak, seperti dilaporkan Kompas.com. KPK menghadirkan para pejabat ini sebagai kunci untuk membuka tabir gelap praktik haram yang diduga melibatkan petinggi di Bea Cukai. Nah ini dia, para terdakwa yang diadili adalah Rizal, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC, Sisprian Subiaksono, eks Kepala Subdirektorat Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC, serta Orlando Hamonangan, Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I. Gilanya, para pejabat ini adalah orang-orang dekat yang tahu persis seluk-beluk urusan di jajaran elite Bea Cukai.

Alhasil, para saksi yang dipanggil adalah Budiman Bayu Prasojo, mantan Kepala Seksi Intelijen Cukai Kantor Pusat Bea Cukai; Hendy Dwi Cahyono, yang kini menjabat Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tipe B Pantoloan; serta Faldi Jazztra Ari Yasti Kartono, Kepala Seksi Dukungan Operasi Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat DJBC. Para pejabat ini disumpah di bawah kitab suci untuk memberikan keterangan sejujur-jujurnya, sesuai apa yang mereka alami, lihat, dan dengar sendiri. Ketua Majelis Hakim Brelly Yuniar Dien Wardi sampai tegas mengingatkan, jangan coba-coba main api dengan memberikan keterangan palsu, karena ancaman pidananya berat, bikin badan gemetar! Kompas.com memberitakan, hakim menegaskan bahwa semua keterangan harus fokus pada pokok perkara yang sedang disidangkan.

Parahnya, sidang yang seharusnya mendalami fakta malah ada usulan tak lazim dari JPU KPK. Mereka mengusulkan agar ketiga saksi diperiksa secara bersamaan, meskipun pendalaman keterangan tetap dilakukan per orang. Tujuannya? Entah untuk mengintimidasi saksi lain atau sekadar cari aman, yang jelas kuasa hukum terdakwa malah menyetujuinya. Lah gimana tidak, kalau saksi saling lempar tanggung jawab, ujung-ujungnya kasus ini bisa makin rumit dan makin banyak pejabat yang terseret, seperti cerita sinetron yang tak kunjung selesai. Dan bukan main, keputusan hakim yang mengizinkan pemeriksaan bersamaan ini bikin suasana persidangan makin panas, seolah-olah kebenaran yang dicari justru semakin tertutup kabut.

Yang bikin geram adalah, di tengah tuntutan pemberantasan korupsi yang gencar, justru ada celah untuk saling melindungi antarpejabat. Ujung-ujungnya, bisa jadi saksi yang seharusnya membuka kebenaran malah menutup rapat, atau bahkan berbalik menuduh pihak lain. Celakanya, pengadilan yang seharusnya jadi benteng terakhir keadilan justru dihadapkan pada skenario pemeriksaan yang mencurigakan. Semua ini terjadi di depan mata publik yang berharap para koruptor Bea Cukai digebuk habis tanpa ampun, tapi malah disajikan tontonan yang bikin geleng-geleng kepala. Habis sudah, cerita ini belum tentu berakhir sesuai harapan rakyat kecil yang dirugikan, kata Kompas.com.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/07/28/12184081/tiga-pejabat-bea-cukai-jadi-saksi-di-sidang-kasus-suap-dan-gratifikasi-djbc)
