---
id: POKhTmt6hK0H
cluster_id: pK03ep7Eleab
title: Tiga Prajurit Dihajar Hukuman! Kacab Bank BUMN Dibunuh Demi Rokok, Istri Nangis
slug: tiga-prajurit-dihajar-hukuman-kacab-bank-bumn-dibunuh-demi-rokok-istri-nangis
excerpt: Tiga oknum TNI harusnya melindungi, malah jadi bajingan keji. Kacab Bank
  BUMN dibunuh brutal, sementara pelakunya cuma dihukum penjara dan restitusi uang
  rokok. Sang istri hanya bisa meratap, keadilan hukum terasa bagai tembok licin tak
  tergapai.
category: BUMN
tags:
- TNI
- Pembunuhan
- Bank BUMN
- Keadilan
- Vonis
source_urls:
- https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/04/07305991/vonis-3-tentara-pembunuh-kacab-bank-bumn-tangis-kekecewaan-dan-tembok
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/N_ySJ1_B8h9znWCOL0WN8cMC2eM=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/03/6a1ff71b14b7b.jpg
meta_title: 'Vonis Pembunuh Kacab Bank BUMN: 3 Prajurit Dihukum, Istri Menangis'
meta_description: Tiga oknum TNI dihukum penjara karena membunuh Kacab Bank BUMN.
  Istri korban menangis di sidang, merasa keadilan tak sepenuhnya tercapai.
canonical_url: https://berita.media/tiga-prajurit-dihajar-hukuman-kacab-bank-bumn-dibunuh-demi-rokok-istri-nangis
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-05T02:02:35Z'
published_at: '2026-06-05T02:02:35Z'
---

Ceritanya begini. Tiga prajurit TNI ini harusnya jadi garda terdepan negara, malah jadi pembunuh sadis. Serka Mochamad Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru — nama mereka kini tercoreng dalam catatan kriminal. Mereka berani-niat menghajar Mohammad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank BUMN yang masih muda belia, 37 tahun. Gilanya, motifnya cuma buat nagih utang dan dapat uang rokok!

Bayangkan — Ilham Pradipta, seorang pemimpin bank, diciduk dan dibunuh dengan keji. Para prajurit ini, dengan arogansi luar biasa, menculik lalu menghabisinya. Alhasil, tangis Puspita Aulia, sang istri tercinta, pecah tak tertahankan di ruang sidang Pengadilan Militer. Ia didampingi petugas LPSK, menyaksikan bagaimana nyawa suaminya dihargai sekian juta rupiah. Kompas

Nah ini dia vonisnya. Serka Mochamad Nasir, yang paling berperan utama, digebuk hukuman 13 tahun penjara! Tak cuma itu, dia juga dipecat dari dinas militer, sekalian disuruh bayar restitusi Rp750 juta buat keluarga korban. Kopda Feri Herianto, kaki tangan Nasir, tidak kalah parah. Dia dihajar 7 tahun penjara, dipecat dari TNI, dan wajib bayar Rp500 juta. Ini bukan cuma soal uang, ini soal nyawa!

Yang bikin geram, Serka Frengky Yaru, yang perannya cuma nemenin dan ngawasin sambil tidur di mobil, cuma dihukum 1 tahun penjara! Hakim bilang dia tidak tahu kalau bakal berujung pembunuhan. Dia bahkan cuma dapat upah rokok Rp1 juta. Tapi, anehnya, dia tidak dipecat. Lah gimana tidak kecewa coba? Tiga-tiganya bersalah, tapi hukumannya beda-beda tipis. Kompas

Parahnya, soal restitusi ini juga jadi pertanyaan besar. Uang Rp750 juta dan Rp500 juta itu untuk mengganti nyawa manusia? Untuk menutup luka mendalam sang istri yang kehilangan suami tercinta? Ini bukan masalah uang rokok, ini masalah keadilan yang terasa timpang. Seharusnya hukuman ini jadi pelajaran keras, tapi dengan adanya Frengky yang tidak dipecat, tembok keadilan terasa semakin licin. Kompas

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/04/07305991/vonis-3-tentara-pembunuh-kacab-bank-bumn-tangis-kekecewaan-dan-tembok)
