---
id: 3uEvDlHzQsie
cluster_id: nJ5wz_dYL2pa
title: Tradisi Serba Baru Buat Anak Melarat Dicap Rendah Diri dan Dibully
slug: tradisi-serba-baru-buat-anak-melarat-dicap-rendah-diri-dan-dibully
excerpt: Aduh, gila banget! Setiap tahun ajaran baru, anak-anak yang nggak mampu beli
  seragam dan buku baru terancam jadi korban bullying. Pengamat pendidikan saja sudah
  gregetan lihat budaya pamer harta di sekolah!
category: bullying
tags:
- bullying
- pendidikan
- kesenjangan ekonomi
- anak sekolah
source_urls:
- https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/30/09532961/budaya-perlengkapan-sekolah-serba-baru-antara-semangat-belajar-dan
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/GQ74ZtqOT1F2re2LhOjwCrWlRuY=/0x0:1425x950/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2025/07/16/68772ed1b4787.jpeg
meta_title: 'Perlengkapan Sekolah Baru: Sumber Bullying dan Kesenjangan'
meta_description: Tradisi serba baru di awal tahun ajaran jadi ajang pamer kekayaan
  yang memicu bullying. Anak kurang mampu terancam merasa rendah diri dan terasing
  di sekolah.
canonical_url: https://berita.media/tradisi-serba-baru-buat-anak-melarat-dicap-rendah-diri-dan-dibully
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-30T05:02:29Z'
published_at: '2026-06-30T05:02:29Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih! Setiap tahun ajaran baru dimulai, sekolah langsung heboh sama anak-anak yang pakai perlengkapan serba baru. Rok kaku, sepatu kinclong, tas baru, pulpen cetar—semua deh!

Buat sebagian orangtua yang tajir melintir, ini memang tradisi penting buat ngapresiasi anaknya naik kelas. Dibeliin semua biar makin semangat belajar katanya. Habis-habisan deh nabung biar anaknya tampil kece. Lah, kok malah jadi begini jadinya?

Parahnya, gak semua anak punya rejeki kayak gitu. Banyak anak terpaksa pakai baju dan buku bekas yang lusuh, bikin mereka jadi bahan omongan. Padahal sekolah itu kan harusnya tempat yang aman buat semua, bukan panggung pamer kekayaan yang bikin anak susah hati. Ubaid Matraji, pengamat pendidikan dari Kornas JPPI, sampai gregetan lihat fenomena ini. "Dalam beberapa kasus, perbedaan atribut bisa menjadi bahan ejekan atau perundungan," katanya, Jumat (26/6/2026), dihubungi Kompas.com.

Yang bikin miris, tradisi serba baru ini bukan cuma gaya-gayaan anak muda, tapi juga cerminan budaya pendidikan kita yang makin konsumtif. Sekolah harusnya jadi tempat belajar, bukan arena pamer barang baru tiap awal semester. Celakanya, kondisi kayak gini yang bikin pendidikan di Jakarta makin mahal, bikin banyak keluarga menjerit, bahkan ada yang terpaksa putus sekolah walau sudah ada program bantuan seperti KJP. Sialnya, budaya ini seringkali bukan dari keinginan anak, tapi karena tekanan sosial yang membabi buta, kata Ubaid Matraji, Kompas.com.

Nah, ini dia yang harus kita garisbawahi. Kalau sekolah malah jadi tempat yang mempertontonkan kesenjangan ekonomi, bagaimana nasib anak-anak dari keluarga kurang mampu? Mereka bakal merasa rendah diri, malu, bahkan terisolasi. Alhasil, bukannya semangat belajar yang tumbuh, malah bibit-bibit perundungan yang subur. Ini namanya paku mati di peti mati dunia pendidikan kita. Habis sudah harapan kalau begini caranya.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/30/09532961/budaya-perlengkapan-sekolah-serba-baru-antara-semangat-belajar-dan)
