Transisi Energi: Kunci Penting untuk Membuka Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Transisi energi menuju energi yang lebih ramah lingkungan sangat penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun, transisi ini juga perlu dilakukan secara adil agar tidak merugikan masyarakat tertentu. Beberapa risiko sosial ekonomi dari transisi energi antara lain hilangnya pekerjaan di sektor energi fosil, peningkatan kemiskinan, penurunan daya saing perusahaan, dan penurunan pendapatan daerah yang bergantung pada batu bara. Untuk memastikan transisi energi berkeadilan, diperlukan kebijakan yang melindungi masyarakat terdampak. Selain itu, transisi energi juga berpotensi menciptakan pekerjaan baru di sektor energi hijau dan menyediakan akses energi bagi daerah terpencil. Kementerian PPN/Bappenas dan WRI Indonesia sedang mengembangkan indikator untuk mengevaluasi dampak sosial ekonomi dari transisi energi. Indikator ini diharapkan dapat membantu memastikan transisi energi yang adil. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting untuk mencapai keberhasilan transisi energi berkeadilan.