---
id: -XWgwa6yea2C
cluster_id: jhnVyVbGnfdZ
title: Trump Puja Xi Jinping! Jabat Tangan Manis, Nasib Triliunan Dolar Dipertaruhkan!
slug: trump-puja-xi-jinping-jabat-tangan-manis-nasib-triliunan-dolar-dipertaruhkan
excerpt: Siapa sangka? Trump yang dulu ngamuk-ngamuk soal China, kini justru bertekuk
  lutut memuji Xi Jinping di Beijing. Di balik jabat tangan mesra itu, kepentingan
  lebih kuat dari ideologi, dan jutaan nasib rakyat biasa jadi taruhannya.
category: politik
tags:
- donald trump
- china
- xi jinping
- politik global
- diplomasi
- kompas
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/trump-dan-realitas-politik-global
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/csQX-Ps6-nfUwB3j22ilkTV7m9A=/1024x685/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/05/25/e17e65d8b9017af8bf8a61f39a06db8e-China_Trump_138253031.jpg
meta_title: Trump Puja Xi Jinping, Politik Global Berubah!
meta_description: Donald Trump yang dulu keras pada China, kini melunak dan puji Xi
  Jinping. Ada apa di balik jabat tangan mesra ini? Kepentingan lebih kuat dari ideologi,
  nasib jutaan rakyat dipertaruhkan!
canonical_url: https://berita.media/trump-puja-xi-jinping-jabat-tangan-manis-nasib-triliunan-dolar-dipertaruhkan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T14:03:09Z'
published_at: '2026-05-25T14:03:09Z'
---

Ceritanya begini. Dulu, Donald Trump menjadikan China sebagai musuh bebuyutan ekonomi Amerika. Retorikanya keras, perang tarifnya menggebu-gebu. Eh, tapi lihat sekarang! Di Beijing, dia malah melunak, memuji-muji Xi Jinping di depan publik. Gilanya, dunia seperti disadarkan kembali: dalam politik internasional, uang lebih penting dari perangai!

Bayangkan — filsuf Niccolò Machiavelli saja sudah bilang di bukunya The Prince, penguasa itu bakal cari yang paling aman buat tahtanya. Trump sekarang kayak ngikutin jejak itu. Setelah bertahun-tahun bikin ekonomi global jungkir balik gara-gara tarif, barang-barang jadi mahal, rantai pasok putus nyambung, dan negara-negara berkembang pontang-panting. Ujung-ujungnya, malah dia yang ketemu Xi Jinping sambil senyum-senyum.

Dan bukan main, di balik senyum diplomatik itu, nasib jutaan orang jadi taruhan. Begitu AS dan China saling serang tarif, dampaknya bukan cuma bikin pusing Washington atau Beijing. Harga bahan baku naik di Asia, pabrik-pabrik kecil terancam gulung tikar, lapangan kerja amblas, dan yang paling parah, biaya hidup masyarakat dunia ikut membengkak. Globalisasi ini bikin masalah dua raksasa bisa sampai ke meja makan rakyat jelata di mana-mana. Kompas.id

Nah ini dia, pelunakan Trump itu bukan sekadar strategi politik murahan. Ini kayak pengakuan diam-diam, kalau pertarungan tanpa henti itu ternyata nggak selalu bikin dia menang. Henry Kissinger saja sudah mengingatkan di bukunya, hubungan AS-China itu selalu di antara bersaing dan butuh satu sama lain. Sekarang, Trump kayaknya mulai paham rumusnya. Kompas.id

Yang bikin geram, isu Taiwan yang sensitif itu juga diperlakukan lebih hati-hati. Keduanya kayak milih aman daripada saling hajar. Dunia seolah lagi masuk fase diplomasi baru: rivalitasnya masih ada, tapi bahasa permusuhan mulai diganti sama negosiasi yang lebih nyante. Rivalitas ada, tapi tanpa perlu drama yang bikin rakyat pusing. Kompas.id

Parahnya, masyarakat dunia itu nggak butuh drama saling pamer otot dari dua negara adidaya. Yang dibutuhkan cuma stabilitas, ekonomi yang jelas arahnya, dan hidup yang damai. Karena, ya itu tadi, kalau negara gede pada berantem terus, yang pertama kali babak belur itu ya rakyat kecil di pelosok bumi. Kompas.id

Tian Rahmat
Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/trump-dan-realitas-politik-global)
