---
id: vBiyOT1itNGv
cluster_id: zlUVOQskCxWf
title: Tuntutan 18 Tahun! Nadiem Akui Amatir Politik, Minta Keseimbangan
slug: tuntutan-18-tahun-nadiem-akui-amatir-politik-minta-keseimbangan
excerpt: Nadiem Makarim, usia 35 tahun tanpa pengalaman politik, mengaku amatir dan
  hanya profesional. Alhasil, kini dituntut 18 tahun penjara dalam kasus Chromebook.
  'Saya bukan pemimpin sempurna,' katanya. Kompas
category: politik
tags:
- Nadiem Makarim
- Politik
- Korupsi Chromebook
- Pengadilan Tipikor
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/02/14040621/nadiem-akui-kurang-paham-dinamika-politik-saya-bukan-pemimpin-sempurna
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/haeD7Gq46KQaeswV0WDA8PmrLbc=/765x378:4765x3044/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/05/18/6a0a8905597b4.jpg
meta_title: Nadiem Akui Amatir Politik, Dituntut 18 Tahun Kasus Chromebook
meta_description: Nadiem Makarim mengaku kurang paham politik, hanya profesional.
  Kini dituntut 18 tahun penjara kasus korupsi Chromebook. 'Saya bukan pemimpin sempurna,'
  kata Nadiem.
canonical_url: https://berita.media/tuntutan-18-tahun-nadiem-akui-amatir-politik-minta-keseimbangan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-02T08:03:21Z'
published_at: '2026-06-02T08:03:21Z'
---

Ceritanya begini. Nadiem Makarim, yang kita kenal sebagai CEO Gojek, kini jadi menteri. Tapi ternyata, ilmunya di dunia startup tidak berlaku di kancah politik. Di Pengadilan Tipikor, Selasa (2/6/2026), Nadiem mengakui dirinya 'amatir di bidang politik'. Gilanya, dia bilang pendekatan profesionalnya yang sukses di swasta justru jadi masalah di pemerintahan. Kompas

Bayangkan — Nadiem mengaku sadar ia bukan pemimpin yang sempurna. Dia mulai menjabat menteri di usia 35 tahun, tanpa bekal apa pun di dunia pendidikan, birokrasi, apalagi politik. Jadi wajar kalau gaya kerjanya yang serba cepat dan lugas, yang biasa di dunia korporat, malah dianggap 'beda' di kementerian. Parahnya, dia baru sadar setelah menimbulkan gesekan dengan banyak pihak, 'Saya lupa bahwa jabatan menteri itu adalah jabatan politik.' Kompas

Nah ini dia! Jaksa penuntut umum nggak main-main. Mereka menuntut Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara. Bukan cuma itu, dia juga harus siap-siap bayar denda Rp 1 miliar, ditambah uang pengganti senilai Rp 809,596 miliar dan Rp 4,871 triliun. Kalau tidak sanggup, siap-siap saja dipenjara tambahan sembilan tahun. Angka yang bikin geleng-geleng kepala. Kompas

Yang bikin geram, jaksa menyebut harta Nadiem diduga tidak seimbang dengan penghasilan sahnya. Sementara Nadiem sendiri membela diri, di pleidoinya ia bilang tidak ada satu pun dakwaan korupsi Chromebook yang terbukti. Dia juga sempat berterima kasih ke Prabowo dan Megawati, bahkan sidang sempat gelap gulita gara-gara mati lampu. Keanehan demi keanehan. Kompas

Akhirnya, Nadiem punya pesan penting untuk generasi muda yang mau masuk pemerintahan. 'Temukanlah keseimbangan antara profesionalisme dan tata krama politik,' pesannya. Sebuah pelajaran pahit yang harus dibayar mahal. Dari CEO sukses, jadi pesakitan yang mengaku 'amatir politik'. Selesai sudah.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/02/14040621/nadiem-akui-kurang-paham-dinamika-politik-saya-bukan-pemimpin-sempurna)
