---
id: YCM7FI875F8X
cluster_id: BNCSVFgajkEV
title: Uang Haji Amblas, Ratusan WNI Jadi Gelandangan di Tanah Suci!
slug: uang-haji-amblas-ratusan-wni-jadi-gelandangan-di-tanah-suci
excerpt: Nekat modal utang, ratusan warga RI babak belur jadi tuna wisma di Arab Saudi.
  Siluman emas ratusan juta rupiah, tapi akhirnya keok dikejar rentenir. Begini cerita
  horornya!
category: uang
tags:
- haji
- rentenir
- utang
- tuna wisma
- kronik
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260526134749-25-738125/tak-punya-uang-nekat-naik-haji-warga-ri-dikejar-rentenir
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2026/03/10/ilustrasi-tunjangan-hari-raya-1773120003693_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: Jutaan Rupiah Dipakai Nekat Haji, Ratusan WNI Gelandangan di Mekah
meta_description: Nekat modal utang ratusan juta untuk naik haji, ratusan warga RI
  malah berakhir jadi tuna wisma di Arab Saudi. Begini cerita pilu di baliknya.
canonical_url: https://berita.media/uang-haji-amblas-ratusan-wni-jadi-gelandangan-di-tanah-suci
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-28T05:02:30Z'
published_at: '2026-05-28T05:02:30Z'
---

Ceritanya begini. Naik haji itu rukun Islam, bro! Tapi jangan salah, kemampuannya bukan cuma sehat lahir batin, tapi juga kuat dompetnya. Pergi ke Mekah itu bukan jalan-jalan pakai ongkos Rp100 ribu, tapi butuh duit segunung!

Di Indonesia, haji itu kayak status sosial. Yang udah pulang haji, wah, dipanggil Pak Haji, Bu Haji. Beda kelas! Makanya, antrean haji numpuk sampai belasan tahun, banyak yang nggak sabar. Nah, biar cepet berangkat, apa yang mereka lakukan? Berutang sama rentenir! Gila, kan? Sejarawan Henry Chambert-Loir bilang, "Uang yang dipinjam untuk naik haji jadi hal lumrah pada masa lalu." CNBC Indonesia

Bayangin zaman Belanda dulu, ongkos haji itu luar biasa mahalnya! Bukan naik pesawat, tapi kapal laut yang butuh waktu sebulan-dua bulan cuma buat sampai sana. Pulangnya juga sama. Otomatis, biaya hidup selama di Mekah, sampai bekal pulang, semuanya bengkak. Bupati Serang dan Jakarta, Achmad Djajadiningrat, ngaku biaya haji awal 1900-an itu 500-800 gulden. Duit segitu, belum termasuk buat ngasih makan keluarga yang ditinggal di rumah. CNBC Indonesia

Nilainya? Gila! Kalau harga emas saat itu 2 gulden per gram, 500 gulden itu setara 250 gram emas. Sekarang? Bisa Rp434 juta! Ratusan juta, bro! Buat para saudagar kaya sih gampang. Tapi buat petani atau rakyat jelata? Mimpi kali ye! CNBC Indonesia

Nah ini dia! Yang nggak punya duit, nekat nyari rentenir. Tanah, sawah digadaikan. Demi apa? Demi gelar Haji. Tapi celakanya, nggak semua pulang dengan selamat. Menurut arsip Belanda, tahun 1876 ada 30% jemaah haji kita ngeloyor jadi tuna wisma di Arab Saudi. Imbasnya apa? Bekal nggak cukup. Yang ngutang, nggak bisa bayar. CNBC Indonesia

Parahnya lagi, pas pulang ke tanah air, masalah baru nyamber. Banyak bapak-bapak dan ibu-ibu yang baru nyandang gelar haji itu malah dikejar-kejar sama rentenir. Utang nggak lunas, barang-barang sitaan. Gilanya, bahkan sampai ada yang harus rela nyerahin anak-anaknya demi nutupin utang. Mau ibadah kok malah jadi bencana. Selesai sudah cerita indahnya.

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260526134749-25-738125/tak-punya-uang-nekat-naik-haji-warga-ri-dikejar-rentenir)
