---
id: pqTOfrwx5dvO
cluster_id: iICbQrSQ_Z3B
title: Ulang Tahun ke-8 Ormas FPN, Berkah Air Nusantara atau Ritual Kosong Belaka?
slug: ulang-tahun-ke-8-ormas-fpn-berkah-air-nusantara-atau-ritual-kosong-belaka
excerpt: Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN) rayakan ulang tahun kedelapan dengan
  ritual potong tumpeng di tepi Sungai Brantas. Dikelilingi aktivis lingkungan, mereka
  berdoa demi 'kemakmuran dan kejayaan air', tapi benarkah ada aksi nyata atau cuma
  seremoni?
category: ormas
tags:
- ormas
- FPN
- krisis air
- lingkungan
- ritual
- Malang
source_urls:
- https://jatimupdate.id/baca-17258-delapan-tahun-sebagai-tonggak-sejarah-baru-bagi-ormas-formasy-praja-nusantara
source_names:
- jatimupdate.id
image_url: https://jatimupdate.id/ogimage/202606/img-20260607-wa0078.jpg
meta_title: 'Ulang Tahun FPN: Doa Air atau Sekadar Ritual Kosong?'
meta_description: Ormas FPN rayakan ultah ke-8 dengan potong tumpeng di tepi Sungai
  Brantas. Berdoa untuk air Nusantara, tapi aksi nyatanya dipertanyakan. Ini ritual
  kosong atau perjuangan serius?
canonical_url: https://berita.media/ulang-tahun-ke-8-ormas-fpn-berkah-air-nusantara-atau-ritual-kosong-belaka
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-07T02:01:45Z'
published_at: '2026-06-07T02:01:45Z'
---

Bayangkan — Minggu, 7 Juni 2026. Hari itu seharusnya jadi momen bersejarah bagi Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN) yang genap delapan tahun berdiri. Tujuannya mulia: mencetak generasi penerus yang kokoh dengan empat pilar kebangsaan. Tapi lihat apa yang mereka lakukan! Alih-alih fokus ke pendidikan anak bangsa, fokusnya malah terpecah ke 'mitigasi krisis air'.

Dodik Purwoko, Sang Ketua Umum, bersama para pengurus dan aktivis lingkungan, menggelar ritual potong tumpeng. Lokasinya? Di sempadan Sungai Brantas, tak jauh dari sumber air Sengkaling. Pukul 15.08 WIB, di tengah terik matahari, mereka berdoalah. Konon, doanya untuk 'ketenangan batin, ketentraman hati, kemakmuran hidup seiring kehendak semesta'. Gilanya, mereka berdoa agar pengelolaan air berjalan tertib. Jatimgupdate.id.

Ini bukan pertama kali ritual semacam ini terjadi. Sejak 2019, FPN giat membangun 'kesadaran etika sosial dan kesadaran hukum' soal pemanfaatan air. Parahnya, mereka seolah lupa kalau sebelum berdoa, urusan perizinan air, terutama bagi pengusaha yang memakai di atas 100 meter kubik per bulan, harus jelas. Dodik sendiri yang bilang, harus ada Surat Ijin Pengusahaan Air. Tapi kok malah bikin ritual doa? Ujung-ujungnya, apa bedanya sama pawang hujan yang nunggu langit menurunkan hujan? Jatimgupdate.id.

Yang bikin geram, saat ini banyak daerah mengalami krisis air. Anak-anak kehausan, sawah mengering. Tapi Ormas sekelas FPN malah asyik dengan seremoni di tepian sungai. Hassoyo Joko Pitono, Suparman, Rohman, Roni, dan para 'dulur tunggal banyu' nimbrung dalam acara ini. Apa yang mereka diskusikan? Sekadar membangun kebersamaan atau benar-benar memikirkan solusi konkret?

Dodik berujar, 'kegiatan ini hanya awal dan akan dilanjutkan di Bumi Nusantara lainnya.' Harapannya, kesadaran muncul bukan karena ancaman penjara atau denda. Tapi, kesadaran itu datang dari mana? Dari doa di tepi sungai? Sungguh celaka jika harapan sebesar itu disandarkan pada ritual semata. Dimana aksi nyata yang berdampak global, bukan hanya gemuruh di media sosial dan tumpeng yang disantap? Jatimgupdate.id. 

Delapan tahun ormas ini berdiri, namun gebrakan nyatanya masih dipertanyakan. Apakah FPN hanya sekadar 'tonggak sejarah baru' tanpa isi, atau benar-benar berjuang demi masa depan air nusantara? Masyarakat perlu bukti, bukan sekadar doa dan tumpeng. Jatimgupdate.id.

---
**Sumber:** [jatimupdate.id](https://jatimupdate.id/baca-17258-delapan-tahun-sebagai-tonggak-sejarah-baru-bagi-ormas-formasy-praja-nusantara)
