---
id: kck5GFkSbLQQ
cluster_id: n-E-TdFypw39
title: Wabup Indramayu Tersangka, Uang Pajak Rakyat Lenyap Rp 18 Miliar
slug: wabup-indramayu-tersangka-uang-pajak-rakyat-lenyap-rp-18-miliar
excerpt: Gilanya! Pejabat negara kok doyan maling uang rakyat. Kali ini Wakil Bupati
  Indramayu Syaefudin diringkus penyidik Kejati Jabar sebagai tersangka kasus korupsi
  tunjangan DPRD, amblas Rp 18 miliar!
category: korupsi
tags:
- korupsi
- tunjangan dprd
- indramayu
- kejati jabar
- wakil bupati
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/berulang-pejabat-negara-terjerat-korupsi-wabub-indramayu-tersangka
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/hnKg6vKPi_bRvINZldVQNKfz90A=/1024x576/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/12/d987e720000b2f081dcf2f425c44da48-Videoshot_20260612_171047.jpg
meta_title: Wabup Indramayu Tersangka Korupsi Rp 18 Miliar
meta_description: Wakil Bupati Indramayu Syaefudin ditetapkan tersangka kasus dugaan
  korupsi tunjangan DPRD, merugikan negara Rp 18 miliar. Pejabat negara doyan maling
  uang rakyat!
canonical_url: https://berita.media/wabup-indramayu-tersangka-uang-pajak-rakyat-lenyap-rp-18-miliar
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-13T23:02:39Z'
published_at: '2026-06-13T23:02:39Z'
---

Alhasil, pejabat negara terjerat korupsi lagi, bro! Kali ini korbannya adalah Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang harus berurusan sama penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Bukan cuma nyantai, Syaefudin ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Indramayu. Yang bikin geram, anggaran yang dikorupsi itu tahun 2022 sampai 2025, tapi penyakit lamanya ini sudah terjadi sewaktu Syaefudin masih jadi Ketua DPRD, tepatnya periode 2019-2024. Kompas.id

Penetapan tersangka ini bukan main-main, guys. Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, ngomong langsung di konferensi pers, Jumat (12/6/2026) sore. Katanya sih, penyidik sudah punya bukti kuat dan hasil pemeriksaan saksi-saksi. Gilanya lagi, dari perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan, duit rakyat yang amblas dalam kasus ini nyaris Rp 18 miliar! Modus korupsinya? Wah, ini yang masih ditutup-tutupi sama penyidik, katanya masih dalam pendalaman. Mana ada cerita begini berakhir baik. Kompas.id

Dan bukan main, Syaefudin nggak sendirian beraksi. Ada dua tersangka lagi yang ikut dicokok, inisialnya IM dan AF. IM, yang namanya lengkapnya Iman Hadirokhman, dulunya menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kabupaten Indramayu dari November 2021 sampai Agustus 2022. Dialah yang bertanggung jawab sebagai pengguna anggaran. AF, alias Ali Fikri, menjabat Sekretaris DPRD Kabupaten Indramayu dari Agustus 2022 sampai Juni 2025. Keduanya sudah digarap penyidik sejak Jumat pagi, sementara Syaefudin malah mangkir dengan alasan sakit. Sialnya, surat keterangan sakit sudah diterima penyidik, mereka pun siap menjadwalkan ulang pemanggilan begitu Syaefudin sembuh. Kompas.id

Untuk menguatkan bukti, penyidik Kejati Jabar nggak main-main. Kantor DPRD Kabupaten Indramayu dan satu lokasi lainnya sudah digrebek dan diobrak-abrik pada Rabu (10/6/2026). Penggeledahan itu berlangsung selama enam jam penuh! Dokumen dan barang elektronik yang berkaitan sama tunjangan perumahan DPRD dari tahun 2021 sampai 2025 berhasil disita. Sekitar 20 orang pun udah diperiksa jadi saksi, termasuk anggota legislatif yang menjabat periode 2019-2024. Ini semua demi mendalami sejauh mana keterlibatan mereka. Kompas.id

Nah, pas coba dihubungi sama Kompas, Syaefudin nggak ngasih respons sama sekali lewat WhatsApp, padahal sudah ditunggu sampai malam. Telepon pun nggak aktif. Kuasa hukumnya sempat bilang kliennya kooperatif, tapi kenyataannya dia malah absen dari panggilan. Ya mau gimana lagi, urusan uang rakyat yang amblas Rp 18 miliar ini harus tuntas! Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/berulang-pejabat-negara-terjerat-korupsi-wabub-indramayu-tersangka)
