---
id: Gcfzw0jo_zT_
cluster_id: g2EYQCh2pmu5
title: Wacanakan 'Nasi Gratis' ke Saudi, Kepala BGN Dikritik Pedas Anggota DPR!
slug: wacanakan-nasi-gratis-ke-saudi-kepala-bgn-dikritik-pedas-anggota-dpr
excerpt: Pikiran Kepala BGN Dadan Hindayana sudah melayang sampai Arab Saudi. Wacananya
  'Makan Bergizi Gratis' (MBG) untuk anak sekolah di Jeddah menuai komentar tajam
  dari anggota DPR RI, Irma Suryani Chaniago. 'Urus yang di dalam negeri dulu!', serunya.
category: MBG
tags:
- MBG
- DPR
- BGN
- Arab Saudi
- Irma Suryani Chaniago
- Dadan Hindayana
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8514399/anggota-komisi-ix-dpr-kritik-kepala-bgn-wacanakan-mbg-masuk-saudi
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2024/09/13/anggota-komisi-ix-dpr-ri-irma-suryani-chaniago-saat-melakukan-kunjungan-ke-fk-undip-semarang-jumat-1392024-1_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'Wacana MBG ke Saudi Dikritik DPR: Urus yang Dalam Negeri Dulu!'
meta_description: Anggota DPR RI Irma Suryani Chaniago mengkritik keras wacana MBG
  untuk anak sekolah di Jeddah, Arab Saudi. Ia meminta Kepala BGN fokus pada program
  di dalam negeri.
canonical_url: https://berita.media/wacanakan-nasi-gratis-ke-saudi-kepala-bgn-dikritik-pedas-anggota-dpr
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-02T08:04:00Z'
published_at: '2026-06-02T08:04:00Z'
---

Ceritanya begini. Belum juga program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dalam negeri terbukti ampuh, Kepala BGN Dadan Hindayana sudah berani mewacanakan program serupa sampai ke Jeddah, Arab Saudi. Gilanya lagi, dia bilang mau melapor dulu ke Presiden Prabowo soal ini. Tujuannya? Memberi harapan masa depan bagi seribu lebih anak pekerja migran Indonesia di sana. Kata Dadan, anak-anak itu spontan minta fasilitas yang sama seperti di Indonesia. Mereka ingin 'menikmati program', katanya. Cih!

Tapi eh, tapi… baru dengar wacana itu saja, anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, langsung berang. 'Menurut hemat saya, kita urus dulu yang di dalam negeri, masih banyak anak sekolah di dalam negeri yang belum mendapatkan jatah MBG,' tegas Irma kepada wartawan. Ia mempertanyakan esensi program ini jika belum terbukti manfaatnya di tanah air. 'Fokus dululah urus yang di dalam negeri agar fungsi MBG di dalam negeri dapat dibuktikan, betul-betul dapat meningkatkan imunitas anak dan IQ anak juga menurunkan tingkat kelahiran anak stunting dengan fokus pada nilai gizi yang didistribusikan setiap SPPG,' ujar Irma.

Yang bikin geram Irma, Dadan seperti lupa sama kemampuan fiskal negara. Ia khawatir soal pengawasan jika program ini benar-benar dilempar ke luar negeri. 'Belum lagi nanti kontrolnya di tiap negara yang minta juga. Nggak usah jauh-jauh ke Saudi, anak-anak BMI di Malaysia jauh lebih banyak dan butuh perhatian,' tambahnya. Benar juga sih. Masa' anggaran triliunan dikocor untuk program yang belum teruji, sementara di negeri sendiri masih banyak PR? Bukankah seharusnya BGN membuktikan dulu efektivitas MBG dalam meningkatkan imunitas dan IQ anak, serta menekan angka stunting di Indonesia, sebelum berangan-angan sampai ke luar angkasa?

Dadan memang mengaku baru usulan. Ia ingin menjadikan sekolah Indonesia di Jeddah sebagai pilot project, sebelum merambah ke negara lain seperti Malaysia. Tapi ya itu tadi, dasar programnya sendiri masih abu-abu di negeri sendiri. Terlalu optimistis? Atau memang ada agenda lain di balik wacana 'nasi gratis' ke Saudi itu? Kita tunggu saja kelanjutannya, semoga saja bukan sekadar khayalan pejabat yang melupakan rakyatnya sendiri. detikNews

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8514399/anggota-komisi-ix-dpr-kritik-kepala-bgn-wacanakan-mbg-masuk-saudi)
