---
id: UQPXfXgeP9EN
cluster_id: WAO-E3XebEfi
title: Wali Kota Tegal Sikat Habis Perundungan di Sekolah Baru!
slug: wali-kota-tegal-sikat-habis-perundungan-di-sekolah-baru
excerpt: 'Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono tak tinggal diam. Sidak mendadak ke sekolah
  baru jadi ajang ancaman keras: bully, body shaming, catcalling harus lenyap! Gilanya,
  ancaman ini dilontarkan di depan ratusan siswa baru yang lagi MOS, bikin suasana
  mendadak tegang sekaligus waspada.'
category: bullying
tags:
- Wali Kota Tegal
- Dedy Yon Supriyono
- MPLS
- Bullying
- Sekolah Aman
source_urls:
- https://jateng.antaranews.com/berita/639105/wali-kota-tegal-pesankan-sekolah-ramah-tanpa-bullying
source_names:
- ANTARA News Jateng
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/800x533/2026/07/20/WhatsApp-Image-2026-07-17-at-14.49.43.jpeg
meta_title: Wali Kota Tegal Tuntut Sekolah Bebas Bullying dan Body Shaming
meta_description: Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono tegas larang bullying, body shaming,
  dan catcalling di sekolah. Tinjau langsung MPLS demi ciptakan lingkungan belajar
  aman dan nyaman.
canonical_url: https://berita.media/wali-kota-tegal-sikat-habis-perundungan-di-sekolah-baru
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-20T17:01:32Z'
published_at: '2026-07-20T17:01:32Z'
---

Gila bro, dengarkan ini! Sang jawara Kota Tegal, Wali Kota Dedy Yon Supriyono, baru saja bikin gebrakan maut. Jumat lalu, dia ngelonong ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) UPTD Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Kota Tegal. Bukan buat nengokin, tapi buat ngasih "pesen" keras soal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dan pesannya bukan basa-basi, melainkan sikat bersih segala macam kekerasan!

Kedatangan Dedy Yon ini disambut antusias oleh para peserta didik baru dari berbagai tingkatan, mulai dari Kelompok Bermain sampai Program Kesetaraan Paket A, B, dan C. Total ada 601 warga belajar di sana, bro! Nah, di depan ratusan calon generasi penerus bangsa ini, Dedy Yon langsung menggarisbawahi betapa pentingnya MPLS sebagai ajang adaptasi. "Melalui MPLS ini anak-anak belajar beradaptasi dengan lingkungan sekolah, beradaptasi dengan bapak dan ibu guru, kakak kelas, serta teman-teman seangkatannya. Mereka juga belajar membangun kepribadian, etika, dan sopan santun dalam kehidupan di sekolah," ujarnya lantang. Tapi jangan salah sangka, ini bukan cuma omongan manis.

Parahnya, Dedy Yon langsung pasang kuda-kuda anti-kekerasan. Dia dengan tegas meminta seluruh warga sekolah, mulai dari guru sampai siswa, untuk bahu-membahu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif. Yang bikin geram, dia secara eksplisit melarang keras segala bentuk perundungan! "Saya berharap sekolah ini menjadi sekolah yang ramah dan inklusif. Jangan sampai terjadi bullying, body shaming, ataupun catcalling," serunya dengan nada tegas yang tak terbantahkan. Celakanya, ancaman ini disebar di awal tahun ajaran, bikin suasana mendadak waspada bagi siapa saja yang berniat jahat. Dia juga menambahkan soal kebersihan lingkungan sekolah yang harus selalu dijaga. Ini semua demi masa depan anak-anak Tegal, Antara News Jateng.

Alhasil, pesan mendalam ini bukan cuma buat siswa. Tapi juga jadi cambuk buat para pengajar dan staf sekolah agar lebih peka dan sigap. Pemerintah Kota Tegal punya harapan besar lewat MPLS ini, yaitu agar peserta didik baru benar-benar bisa mengenal lingkungan sekolah, menjalin hubungan harmonis, serta menumbuhkan karakter yang berakhlak mulia, disiplin, dan saling menghargai. Nah ini dia, mimpi indah dunia pendidikan! Dedy Yon sendiri tak hanya berhenti di SKB, ia juga menyempatkan diri meninjau SD dan SMP Tunas Hidup Harapan Kita (THHK) Kota Tegal serta SMP N 5 Kota Tegal, memastikan pesan ini tersampaikan merata. Habis sudah cerita sekolah yang bikin trauma, kini saatnya sekolah ramah dan aman jadi kenyataan, Antara News Jateng.

Sungguh sebuah gebrakan yang patut diacungi jempol! Wali Kota Tegal tak main-main dalam memberantas kekerasan di dunia pendidikan. Pesannya yang lugas dan tegas, disampaikan langsung di hadapan para siswa baru, membuktikan komitmennya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari segala bentuk intimidasi. Sebuah langkah awal yang brilian demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih cerah dan berkarakter mulia.

---
**Sumber:** [ANTARA News Jateng](https://jateng.antaranews.com/berita/639105/wali-kota-tegal-pesankan-sekolah-ramah-tanpa-bullying)
