---
id: _ecUMLTBk3__
cluster_id: e-JxqhvPJ5Yx
title: Wamen Imigrasi Dicokok KPK, Muka Tebal Minta 'Jatah' ke WNA
slug: wamen-imigrasi-dicokok-kpk-muka-tebal-minta-jatah-ke-wna
excerpt: Gilanya, pejabat Imigrasi Jakarta Barat dan wakil menteri kecokok KPK gara-gara
  main serok uang haram dari orang asing yang mau ngurus izin tinggal. Alhasil, sang
  wakil menteri langsung disikat bersih bersama anak buahnya!
category: korupsi
tags:
- korupsi
- KPK
- Imigrasi
- Pemerasan
- Silmy Karim
- OTT
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/18/13253081/periksa-pejabat-imigrasi-jakbar-kpk-dalami-mekanisme-pemerasan-wna-di-kasus
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/idUFm1sDglp72ukkC5dTDuZF-Gc=/47x0:1199x768/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/18/6a338ef1f0adc.png
meta_title: Wamen Imigrasi Kena OTT KPK, Oknum Pejabat Imigrasi Jakbar Dibekuk
meta_description: Bongkar habis! KPK gerebek dan ringkus Wamen Imigrasi Silmy Karim
  dan pejabat Imigrasi Jakbar. Terbongkar mekanisme pemerasan WNA yang bikin geleng-geleng
  kepala. Simak kronologinya!
canonical_url: https://berita.media/wamen-imigrasi-dicokok-kpk-muka-tebal-minta-jatah-ke-wna
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-20T05:02:09Z'
published_at: '2026-06-20T05:02:09Z'
---

Hancur lebur dunia per-imigrasian! Gila bro, ternyata para pejabatnya pada doyan "main serok" uang haram dari Warga Negara Asing (WNA) yang mau ngurus izin tinggal. Ujung-ujungnya, eh, tapi bukan ujung yang indah, malah berujung di jeruji besi KPK. Ya, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim terpaksa harus angkat koper dari jabatannya setelah dicokok lembaga anti-rasuah bersama tujuh anak buahnya. Parahnya, KPK sudah mengantongi bukti-bukti kuat soal mekanisme pemerasan yang mereka lakukan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. "Semua saksi hadir, penyidik mengkonfirmasi temuan bukti-bukti dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan, guna mendalami mekanisme penerimaan uang pemerasan, khusus untuk wilayah kerja Kanim Jakbar," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo tanpa tedeng aling-aling. Kompas.com

Jadi begini ceritanya, bro. Para pejabat Kantir Imigrasi Jakarta Barat ini, mulai dari Kepala Seksi Deny Arli Asmara, Haryo Sampurno Ridhomukti, Yoga Kharisma Suhud, Iqbal Radipta Maulistiqlal, sampai Kepala Bidang Widhi Deniartomo Asisona, Widhi Deniartomo Asisona, Ernawati, dan para pelaksana serta stafnya, semuanya diduga kompak jadi "mesin ATM" berjalan. Mana ada cerita begini berakhir baik, mereka dituding tega memeras para WNA demi melancarkan urusan administrasi. Yang lebih bikin geram lagi, ternyata tak cuma para staf dan Kasi, tapi sang Wamen Imipas Silmy Karim pun ikut kecipratan, bahkan diduga jadi aktor utamanya. Celakanya, dari rumah Silmy, KPK berhasil menyikat habis barang bukti berupa uang dolar AS yang jumlahnya lumayan menggiurkan, plus motor gede yang harganya nggak kira-kira. Kompas.com

Nah ini dia yang bikin kepala geleng-geleng. Alhasil, Silmy Karim dan tujuh pejabat Direktorat Jenderal Imigrasi lainnya ditetapkan sebagai tersangka. Delapan orang ini langsung meringkuk di balik sel tahanan untuk 20 hari pertama. Pasal yang disangkakan pun bukan sembarangan, mereka dijerat Pasal 12 huruf e Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang berarti terbukti melakukan pemerasan. Enggak cuma itu, mereka juga dilapis pasal gratifikasi. Selesai sudah karier para pejabat yang seharusnya melayani rakyat ini. Justru, mereka lebih memilih "melayani" kantong pribadi dengan cara yang tidak terhormat. Padahal, niatnya mengurus izin tinggal, eh, malah ketemunya jeruji besi. Yang jelas, kasus ini membuka mata bahwa praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme masih merajalela di negeri ini, bahkan sampai ke level pejabat tinggi negara. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/18/13253081/periksa-pejabat-imigrasi-jakbar-kpk-dalami-mekanisme-pemerasan-wna-di-kasus)
