---
id: 4Mba7v6jlums
cluster_id: G81XK131cWDf
title: Xi Jinping ke Pyongyang, China Jaga Stabilitas Kawasan atau Bagi Pengaruh dengan
  Rusia?
slug: xi-jinping-ke-pyongyang-china-jaga-stabilitas-kawasan-atau-bagi-pengaruh-dengan-rusia
excerpt: Xi Jinping nekat sambangi Pyongyang di awal 2026, momen penting jelang Pilpres
  AS dan perang Ukraina. China kalang kabut tegaskan dominasi, berbagi panggung dengan
  Rusia yang makin lengket dengan Korut. Gilanya, stabilitas kawasan jadi mantra utama
  Beijing, bukan lagi denuklirisasi total!
category: politik
tags:
- Xi Jinping
- Pyongyang
- China
- Korea Utara
- Rusia
- Stabilitas Kawasan
- Geopolitik
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/pyongyang-dalam-kalkulasi-politik-luar-negeri-beijing
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/f-s3DXZHpPOFAPp_jR3o4hLbDYs=/1024x678/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/09/c2e2e7a6b029e7cc91e08ea37e1c154a-NKOREA_CHINA_DIPLOMACY_138890381.jpg
meta_title: 'Xi ke Pyongyang: Jaga Pengaruh China atau Bagi-bagi Kekuasaan dengan
  Rusia?'
meta_description: Xi Jinping kunjungi Pyongyang di tengah ketegangan global. Apakah
  ini upaya China menegaskan dominasi atau justru berbagi pengaruh dengan Rusia terkait
  Korea Utara?
canonical_url: https://berita.media/xi-jinping-ke-pyongyang-china-jaga-stabilitas-kawasan-atau-bagi-pengaruh-dengan-rusia
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-09T23:03:08Z'
published_at: '2026-06-09T23:03:08Z'
---

Bayangkan— Xi Jinping, sang Presiden China, baru saja menginjakkan kaki di Pyongyang pada 8-9 Juni 2026. Lawatan luar negeri pertamanya tahun ini, lho! Nah, ini jelas bukan kunjungan dadakan ngopi bareng. Ini strategi jitu Beijing untuk menegaskan posisinya di tengah peta politik dunia yang lagi porak-poranda gara-gara perang Rusia-Ukraina dan perang dingin baru sama Amerika Serikat. Semenanjung Korea, bro, ternyata jadi arena krusial dalam kalkulasi raksasa China. Kompas.id

Sejak dulu, sejak Perang Korea kelar tahun 1953, Korea Utara itu udah kayak benteng penyangga buat China. Pemisah antara negeri Tirai Bambu sama pangkalan militer Amerika Serikat yang nangkring manis di Korea Selatan dan Jepang. Jadi, biar bagaimanapun, stabilitas rezim di Pyongyang itu nomor satu buat Beijing. Persis kayak negara gede lain yang selalu mau jagain halaman belakangnya. Ingat tuh serangan Rusia ke Ukraina, alasannya kurang lebih sama, nggak mau tetangganya gabung NATO. Kompas.id

Cuma ya, sekarang ceritanya beda. Perang di Ukraina itu malah bikin Korea Utara dan Rusia makin mesra. Buktinya, Pyongyang getol pasok senjata ke Moskwa, eh, Rusia balasnya kasih bantuan ekonomi, energi, sampai kerja sama strategis. Nah, ini yang bikin China pusing tujuh keliling. Sekarang mereka harus berbagi pengaruh soal Korea Utara sama negara adidaya lain. Dilema banget kan? Kompas.id

Ujung-ujungnya, yang penting buat China sekarang adalah stabilitas kawasan. Daripada ambisi geopolitik jangka pendek yang berisiko, mendingan jaga keseimbangan pengaruh. Kunjungan Xi ke Pyongyang itu bisa diartikan sebagai upaya biar kedekatan Korut sama Rusia nggak ngalahin posisi China sebagai mitra utamanya. Beijing nggak mau ada keruntuhan rezim Kim Jong Un atau malah pecah perang di Semenanjung Korea. Itu bakal bikin gelombang pengungsi ke perbatasan mereka. Bayangin aja repotnya. Kompas.id

Parahnya lagi, pendekatan China soal nuklir Korea Utara juga ikutan melunak. Dulu ngotot minta denuklirisasi total, sekarang lebih milih 'mengelola risiko'. Artinya apa? Terima aja kenyataan pahitnya, daripada ngarep yang susah didapat. Politik internasional sekarang emang makin ruwet, makin multipolar. China sadar diri, nggak bisa maksain kehendak sendiri. Yang realistis itu ya jaga keseimbangan. Pelajaran ini juga penting buat Indonesia, biar negara kita aman dan nyaman buat ekonomi dan pembangunan. Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/pyongyang-dalam-kalkulasi-politik-luar-negeri-beijing)
