---
id: kfN8eCLJEraX
cluster_id: Y0C7rz4HAGMU
title: 'Yaqut Bantah Korupsi Haji: Saya Tidak Pernah Terima Satu Rupiah Pun!'
slug: yaqut-bantah-korupsi-haji-saya-tidak-pernah-terima-satu-rupiah-pun
excerpt: Gila, Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ngotot tak terima duit sepeser pun
  dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Jaksa KPK menuduhnya memperkaya diri Rp 4,8
  miliar, tapi Yaqut bilang itu cuma asumsi!
category: rupiah
tags:
- Yaqut Cholil Qoumas
- KPK
- Korupsi Haji
- Haji
- Korupsi
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/08/12/11464871/yaqut-saya-tidak-pernah-menerima-uang-satu-rupiah-pun?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/oVCPj1ubxbDgue15SG_ZMj-bI0M=/10x0:5000x3327/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/08/11/6a7acac3806df.jpg
meta_title: 'Yaqut Bantah Korupsi Kuota Haji: Saya Tak Terima Uang Se-Rupiah Pun'
meta_description: Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas bantah tudingan KPK terima Rp 4,8
  miliar dari korupsi kuota haji. Ia klaim semua hanya asumsi jaksa.
canonical_url: https://berita.media/yaqut-bantah-korupsi-haji-saya-tidak-pernah-terima-satu-rupiah-pun
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-13T05:02:37Z'
published_at: '2026-08-13T05:02:37Z'
---

ALAMA GA PERCAYA! Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendadak membantah keras tudingan jaksa soal terima uang haram dari perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji periode 2022-2024. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini benar-benar nekat, menuduh Pak Yaqut memperkaya diri sendiri sebesar 271.500 dolar Amerika Serikat atau nyaris Rp 4,8 miliar! Tapi Yaqut dengan tegas menolak mentah-mentah, "Saya tidak pernah menerima uang satu rupiah pun dari proses yang sekarang jadi perkara ini," ujarnya sesaat setelah sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026). Kompas.com.

Gilanya, Pak Yaqut malah mengaku tidak mengerti kenapa namanya diseret-seret dalam dakwaan busuk ini. Menurut pengakuannya, orang yang menerima uang itu jelas berbeda, tapi entah kenapa malah diarahkan kepadanya seolah-olah dia yang bermain di belakang layar. "Sekali lagi saya sampaikan, saya tidak pernah menerima satu rupiah pun dari proses ini," tandasnya, menunjukkan kekesalannya. Ia menambahkan, "Jadi yang menerima tadi sudah disebutkan siapa, dan ada yang disebutkan mengalir ke saya dan itu adalah asumsi." Nah ini dia, seolah-olah penegak hukum ini punya ilmu teluhur untuk menuduh tanpa bukti kuat! Kompas.com.

Yang bikin geram, ternyata tidak hanya Pak Yaqut yang dituding menikmati hasil korupsi ini. Sebanyak 28 nama lain, baik individu maupun korporasi, disebut-sebut ikut memperkaya diri dari permainan busuk pengelolaan kuota haji ini. Di antara daftar panjang tersebut, nama Yaqut memang paling mencolok dengan tudingan menerima 271.500 dolar AS. Jaksa membacakan dakwaannya dengan mantap, "Memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya Terdakwa Yaqut Cholil Qoumas sejumlah USD 271.500." Sungguh ironis, para pelayan umat malah diduga menjadikan agama sebagai sapi perah! Kompas.com.

Parahnya, daftar 28 nama yang diseret dalam kasus ini membuktikan betapa dalamnya permainan uang dalam ibadah haji. Mulai dari Ishfah Abidal Azis yang didakwa memperkaya diri hingga jutaan dolar AS, Rizky Fisa Abadi, Abdul Muhyi, Ridwan Kurniawan, dan belasan nama lainnya. Semuanya disebut-sebut menikmati pundi-pundi rupiah dari kuota haji yang seharusnya diperuntukkan bagi umat. Tim kuasa hukum Pak Yaqut pun angkat bicara, mereka mencurigai kasus ini sengaja dibuat untuk menutupi praktik jual beli kuota haji yang sesungguhnya. Sebuah manuver licik untuk mengalihkan perhatian publik! Kompas.com.

Habis sudah! Sebuah drama korupsi berbalut agama ini sungguh bikin geleng-geleng kepala. Mantan pejabat tinggi membantah keras, sementara jaksa KPK ngotot dengan tuduhannya. Uang rakyat, ibadah sakral, semua tercoreng oleh keserakahan. Entah siapa yang benar dan siapa yang salah dalam cerita ruwet ini, tapi rakyat kecil jelas dirugikan. Mana ada cerita begini berakhir baik kalau otak para pelakunya cuma dipenuhi isi dompet! Kompas.com.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/08/12/11464871/yaqut-saya-tidak-pernah-menerima-uang-satu-rupiah-pun?page=all)
