---
id: 7bpyj1sjlbUj
cluster_id: cltcZKRp0nk3
title: YLBHI Gebrak! Skema KDKMP Bangun Desa Tapi Berbahaya!
slug: ylbhi-gebrak-skema-kdkmp-bangun-desa-tapi-berbahaya
excerpt: Gila bro, ternyata pembangunan KDKMP lewat PT Agrinas Pangan itu berisiko
  tinggi buat desa! Ketua YLBHI, Isnur, blak-blakan bilang ini proyek kekuasaan yang
  mengkhianati semangat koperasi asli. Ujung-ujungnya desa bisa jadi alamat proyek
  doang, beban fiskalnya ditanggung sendiri!
category: KDKMP
tags:
- KDKMP
- YLBHI
- Agrinas Pangan
- Proyek Kekuasaan
- Koperasi Desa
source_urls:
- https://www.jpnn.com/news/soroti-biaya-pembangunan-kdkmp-via-pt-agrinas-pangan-ylbhi-berbahaya
source_names:
- JPNN.com
image_url: https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/normal/2026/07/16/ketua-ylbhi-secara-daring-dalam-forum-group-discussion-fgd-w-5eqf.jpg
meta_title: YLBHI Kritisi Skema KDKMP, Dinilai Berbahaya Bagi Desa
meta_description: YLBHI soroti skema pembiayaan KDKMP lewat PT Agrinas Pangan, sebut
  berbahaya dan berisiko tinggi. Program disebut proyek kekuasaan, bukan koperasi
  sejati.
canonical_url: https://berita.media/ylbhi-gebrak-skema-kdkmp-bangun-desa-tapi-berbahaya
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-16T17:03:48Z'
published_at: '2026-07-16T17:03:48Z'
---

Gila bro, ada cerita baru nih yang bikin geleng-geleng kepala soal pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) lewat PT Agrinas Pangan Nusantara! Ketua YLBHI, Muhamad Isnur, langsung ngomong lantang, "Skema pembiayaan yang diatur dalam Permenkeu Nomor 15 Tahun 2026 ini BERBAHAYA bagi desa!" Habis sudah, desa terancam cuma jadi alamat proyek doang, sementara beban fiskal dan risiko gagal bayar malah diturunkan ke pundak desa yang mestinya sejahtera. Yang bikin geram, Isnur bilang koperasi yang dibangun dengan komando itu jelas bukan koperasi, apalagi kalau dikendalikan negara, perusahaan, atau struktur militer. Parahnya, ini mengkhianati semangat Bung Hatta, Putusan MK, UUD 1945, dan agenda reformasi TNI! JPNN.com

Lah gimana tidak heran, menurut Isnur, program KDKMP dalam bentuknya sekarang ini adalah proyek kekuasaan yang menumpang nama baik koperasi. Ini jelas merusak prinsip otonomi desa dan hak warga atas ruang hidup. Jadi jelas, koperasi ini dibangun bukan untuk rakyat tapi untuk kepentingan sempit. Celakanya lagi, para praktisi hukum pun ikut angkat bicara. La Ode M. Faisal Akbar, seorang praktisi Hukum Tata Negara, mengakui Inpres Nomor 9 Tahun 2025 itu berangkat dari Putusan MK, tapi pelaksanaannya jauh dari harapan. "Kita prihatin dengan pelaksanaan teknis yang tidak sesuai dengan Inpres tersebut," keluhnya, seraya menambahkan bahwa ada gerai KDKMP yang dibangun jauh dari pemukiman rakyat. Ironi apa lagi coba ini? JPNN.com

Dan bukan main lagi, kritik pedas juga datang dari Deodus Sunda, atau yang akrab disapa Bung Dendy, Ketua DPD GMNI DKI Jakarta. Ia tak kalah garang mengkritik pelaksanaan KDKMP yang dinilai sangat berwatak militeristik. Bung Dendy bahkan berani menyebut kasus Kopdes ini bisa jadi lebih besar dari kasus korupsi dalam program MBG. Waduh! Ini jelas menunjukkan ada yang salah besar dalam implementasi program yang katanya demi kesejahteraan desa. Alhasil, alih-alih membangun, malah potensi masalah baru yang terus bermunculan dan merugikan masyarakat desa itu sendiri. Selesai sudah mimpi indah KDKMP kalau begini terus modelnya. JPNN.com

---
**Sumber:** [JPNN.com](https://www.jpnn.com/news/soroti-biaya-pembangunan-kdkmp-via-pt-agrinas-pangan-ylbhi-berbahaya)
